Kontroversi Perayaan Tahun Baru, Mahfud MD: Apa Tak Capek Mengharamkan Melulu?

Mahfud MD (foto: Muhamad Ali/JAWAPOS)

INFONAWACITA.COM – Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Mahfud MD heran dengan masyarakat yang terus-terusan melabeli suatu acara haram atau halal.

Keheranan ini ia ungkapkan dalam akun resmi twitternya @mohmahfudmd pada Senin malam (1/1/2018). “Apa tak capek ya bcr yg begini2 dan mengharamkan melulu,” cuitnya.

Padahal kata Mahfud, merayakan sebuah perayaan tahun baru tidak ada bedanya dengan menonton pertandingan sepak bola. Dimana sama-sama tidak ada hadistnya namun juga bukan sesuatu yang harus diperdebatkan.

“Bergembira dari hal yg tdk ada haditsnya dan berasal dari budaya di luar Islam. Masak, haram? Sy sih menikmati perayaan tahun baru,” imbuhnya.

Cuitan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini keluar lantaran ia melihat sebuah tweet @Husen_Jafar yang mengharamkan perayaan tahun baru.

“Ngajak umat tak berpesta di Malam Tahun Baru itu harusnya jgn dgn hadis tasyabbuh. Pakailah dalil pentingnya merayakan dgn kontemplatif & tak hura-hura misalnya. Baca: “Pentingnya Ketepatan Dalil & Metode Dakwah: Kasus Haram Merayakan Tahun Baru” cuit @Husen_Jafar.

Kontroversi Pengucapan Natal

Sebelumnya media sosial memang dihebohkan dengan perdebatan halal-haram merayakan dan mengucapkan selamat Natal pada umat lain. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan jika perbedaan pandangan umat Islam akan boleh atau tidaknya mengucapkan selamat Natal ialah karena Indonesia merupakan negara yang beragam.

Oleh karenannya ia pun mengingatkan jika hal perbedaan pandangan tersebut harus disikapi dengan saling menghormati dan memahami.

“Kita memahami bahwa kita masyarakat yang beragam. Di (umat) Islam sendiri terjadi keragaman pendapat dalam menyampaikan ucapan selamat Natal kepada saudaranya yang umat Kristiani,” demikian Menag menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran Al-Qur’an dan Terjemahan Bahasa Daerah di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (20/12) siang seperti dikutip dari Nu.or.id. (*/DS/yi)