Konektivitas Tol Seroja ke Padaleunyi Masih Disinkronkan

Ilustrasi (foto: mbandung.com)

INFONAWACITA.COM – Proses konektifitas antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Soreang-Pasirkoja (Soroja) dan Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi serta Cikopo-Palimanan (Cipali) masih dalam tahap sinkronisasi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengatakan usai diresmikan Presiden Joko Widodo 4 Desember lalu Tol Soroja tidak bisa seketika dibuka untuk umum.

Bahkan setelah tarif resmi didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) per 8 Desember jalan tol tersebut belum bisa dioperasikan secara penuh.

“Jadi diluar perkiraan direksi PT Citra Marga Lintas Jabar yang menyangkut konektifitas sistem dengan Tol Cipali dan Padaleunyi ke Soroja masih disimulasikan dan diharapkan bisa selesai cepat, dari Padaleunyi termasuk Cipali itu sistemnya sedang disinkronkan,” ujar Iwa seperti yang dilansir dari jabarprov.go.id Selasa, (26/12).

Menurutnya tiga BUJT tersebut tengah membahas pula akuntabilitas pendapatan masing-masing pihak dari elektronik tol. Proses ini menurut laporan PT CMLJ pada pihaknya membutuhkan waktu karena harus teruji validasinya. “Jadi pembagian sharing pendapatan tiga operator ini diharapkan tuntas pekan ini,” jelasnya.

Kisaran Tarif Tol Seroja

Jika telah selesai, maka operator tol Soroja bisa langsung menerapkan tarif yang sudah ditetapkan oleh Kementerian PUPR.

Iwa merinci tarif tol dalam kota ini akan menerapkan sistem satu harga jauh dekat dengan rincian untuk golongan I Rp 7.000, golongan II Rp 10.500, golongan III Rp 14.000.

Selain urusan konektifitas tarif dan pendapatan operator, pihaknya juga tengah menunggu penuntasan ujicoba sistem di pintu tol Kutawaringin Barat dan Timur.

Pihak PT CMLJ menargetkan ujicoba ini tuntas pada akhir pekan ini agar masyarakat pengguna di kawasan tersebut bisa segera mengakses.

Iwa berharap untuk menampung kendaraan di libur Natal dan Tahun Baru 2018 tol ini bisa digunakan untuk umum.

Sampai saat ini pihaknya sendiri belum mendapat laporan berapa jumlah kendaraan yang melintas saat uji coba karena belum dipantau secara elektronik bagi 3 pemegang konsensi. (RA/HG)