Kisah Inspiratif Dimitri dan Mathilda, Bukti Indonesia Bisa Kesampingkan Perbedaan Saat Hadapi Tantangan

Kepala KSP Moeldoko bersama dua mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU), Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari yang berhasil taklukan Puncak Everest. (foto: Humas KSP)

INFONAWACITA.COM – Perbedaan berhasil dikesampingkan oleh Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari saat mereka berjuang menaklukan puncak Gunung Everest. Perbedaan agama dan umur tidak menjadi beban mereka saat bersama-sama menghadapi tantangan.

“Kami dalam tim ini berbeda agama, beda umur, beda generasi, tapi punya satu mimpi dan tujuan yang sama,” ungkap General Manager WISSEMU Sebastian Karamoy saat ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Jumat (8/6/2018).

Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari memang tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Universitas Parahyangan Bandung (WISSEMU).

Info terkait: Berhasil Taklukan Everest, Moeldoko: Mereka Seperti Jokowi yang Banyak Aksi, Tidak Banyak Bicara

Puncak Everest sendiri menjadi bergengsi lantaran masih sedikit wanita yang berhasil mencapainya. Hingga saat ini belum sampai 100 wanita yang berhasil mencapai puncak Everest.

Maka dari itu kata Sebastian, tidak banyak sponsor yang berani berinvestasi pada kegiatan ini. “Tak banyak yang mau jadi sponsor atau berinvestasi pada kegiatan ini, karena termasuk olahraga berisiko tinggi,” jelasnya.

Sebastian mengungkapkan, selama 37 tahun anggota Mahitala -organisasi mahasiswa pencinta alam Universitas Katolik Parahyangan- menempa diri di Situ Lembang Batujajar, Bandung Barat. Selain mengasah fisik, di markas pelatihan Kopassus itulah mereka berlatih menguatkan ‘esprit de corps’ agar terbentuk rasa kebersamaan yang tinggi.

Berkat kerja sama dari segala macam perbedaan itu, kini sang saka merah putih pun akhirnya berhasil dikibarkan di puncak tertinggi di dunia itu. Didi dan Mathilda menyatakan rasa syukurnya karena Sang Merah Putih dapat berkibar di tujuh puncak dunia.

“Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa. Untukmu Indonesia,” kata Mathilda.

Jadi Brand Ambassador

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko pun berencana menjadikan keduanya sebagai ‘brand ambassador’ atau duta bangsa.

Sebelumnya tidak banyak diketahui publik tim ini juga berhasil mencapai puncak dunia lainnya yakni puncak Carstensz Pyramid di lempeng Australiasia (4.884 m, 13 Agustus 2014), Elbrus di lempeng Eropa (5.642 m, 15 Mei 2015), Kilimanjaro di lempeng Afrika (5.895 m, 24 Mei 2015), Aconcagua di lempeng Amerika Selatan (6.962 m, 30 Januari 2016), Vinson Massif di lempeng Antartika (4.892 m, 4 Januari 2017), dan Denali di lempeng Amerika Utara (6.190 m, 7 Juli 2017).