Kini Seluruh Gubernur Wajib Anggarkan APBD untuk Perpustakaan

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar saat menjadi Juri Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2019. (Foto: Kemendagri)

INFONAWACITA.COM – Kini seluruh Gubernur di Indonesia diwajibkan memberikan anggaran untuk perpustakan daerah. Intruksi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) yang baru diterbitkan 2 minggu lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar saat menjadi Juri Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2019.

“Kemendagri hari ini juga mendukung teman-teman Perpustakaan dengan menginstruksikan seluruh 34 Gubernur di Indonesia, 514 Bupati/Walikota termasuk DPRD nya agar memberikan dukungan program dan anggaran yang cukup untuk pembangunan Perpustakaan di seluruh Indonesia. Baru saja dua minggu yang lalu ditandatangani Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2020,” ungkap Bahtiar di Perpustakaan “Cahaya Ilmu” Desa Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Senin (01/07/2019).

Bahtiar mengungkapkan membimbing masyarakat merupakan tugas Pemerintah. Meski demikian, diperlukan peran aktif masyarakat untuk mendukung upaya perbaikan kualitas hidup melalui Perpustakaan.

“Tugas kita adalah membimbing masyarakat supaya memperbaiki kualitas hidupnya, salah satu caranya adalah menyediakan perpustakaan. Namun, hal ini bisa berjalan jika masyarakat juga aktif, karena walaupun camat beli buku-buku bagus kalau masyarakat tidak ada keinginan untuk mendukung, ini (perpustakaan) hanya jadi tumpukan sampah,” kata Bahtiar dalam keterangan resmi yang diterima Selasa (2/7/2019).

Dilanjutkan Bahtiar, ilmu pengetahuan merupakan upaya untuk merubah kualitas hidup manusia. Salah satu sumber ilmu pengetahuan tersebut dapat didapat melalui Perpustakaan. Dengan hadirnya Perpustakaan di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

“Mengubah manusia itu dengan memberikan ilmu pengetahuan, tidak usah malu ke Perpustakaan. Jadi, mulai sekarang kita harus memberikan informasi kepada warga dan mengajak ‘Ayo ke Perpustakaan,’ karena Perpustakaan itu bukan hanya kumpul-kumpul, baca-baca, tapi Perpusatakaan adalah sarana tempat kita mendapatkan pengetahuan atau informasi bagaimana cara kita meningkatkan kualitas hidup,” terang Bahtiar.