Kini Dua Wilayah Terpencil di Sulawesi Ini Tak Perlu Khawatir Kelangkaan BBM

Masyarakat di Kecamataan Waonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan Sulawesi Tenggara dan Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Barat bisa nikmati BBM Satu Harga (foto: Kementerian ESDM)

INFONAWACITA.COM – Program BBM Satu Harga kini sudah menyentuh wilayah terpencil di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Kini masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu resah lagi dengan kelangkaan BBM yang kerap terjadi.

Pada Jumat (20/7/2018), Pemerintah baru saja meresmikan SPBU Kompak di Kecamatan Waonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Satu SPBU Kompak lagi yang diresmikan terdapat di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Barat.

“Melalui program BBM Satu Harga, Pemerintah berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu agenda prioritas Pemerintah, membangun Indonesia terutama daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) dalam kerangka negara kesatuan,” Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Yuli Rachwati seperti termuat dalam keterangan resmi.

Nantinya, kata Yuli, selain dua Kabupaten tersebut, Pemerintah juga akan meresmikan 3 SPBU BBM Satu Harga di 3 kabupaten lain di Sulawesi. Ketiganya adalah Sigi, Gorontalo Utara, dan Kepulauan Talaud.

Sama seperti di Jawa

Warga pun merasa sangat terbantu dengan adanya SPBU tersebut. Selain bisa membeli BBM seperti di Jawa. Kini mereka juga tidak perlu resah lagi dengan kelangkaan BBM di wilayah tersebut.

“Kini masyarakat bisa mengurangi spekulasi kenaikan harga dan kelangkaan BBM di Kabupaten Konawe Kepulauan,” ungkap Cecep Trisnajayadi. Ia merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Kepulauan.

Estimasi kebutuhan untuk SPBU Kompak ini ialah Premium 25.000 liter per bulan dan Solar 10.000 liter per bulan. Peresmian kedua SPBU Kompak ini merupakan titik ke-5 dan ke-6 BBM Satu Harga yang didirikan oleh PT Pertamina (Persero) pada tahun 2018. Secara keseluruhan hingga saat ini sudah beroperasi 10 lembaga penyalur BBM Satu Harga di tahun 2018 (4 diantaranya belum diresmikan), sehingga masih ada 63 titik lagi yang akan beroperasi hingga akhir tahun ini. (DS/yi)