Kepala BMKG: Masyarakat Harus Lebih Siap Sebelum Gempa

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati. foto: suara pembaruan

INFONAWACITA.COM – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati mengharapkan masyarakat lebih menyiapkan diri sebelum terjadi gempa bumi karena kondisi wilayah Indonesia yang rawan gempa dan tsunami.

“Kegempaan masih terus terjadi dan terus kami pantau. Kami harapkan publik lebih siap sebelum terjadi gempa, cermati bersama kondisi struktur bangunan, gedung, rumah kita apakah sudah memenuhi standar tahan gempa,” kata Dwikorita di Jakarta, Senin (18/12).

Selain itu, kata Dwikorita, masyarakat juga perlu menyiapkan diri berlatih dan mempersiapkan apa yang diperlukan.

Misalnya berlindung di bawah meja atau tempat yang aman atau juga segera keluar ruangan dengan tenang.

Lempeng Aktif

Lebih lanjut dia mengatakan, karena Indonesia terletak pada zona tumbukan lempeng aktif yaitu lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik maka potensi gempa dan tsunami masih akan terjadi.

“Meski teknologi saat ini belum mampu memprediksi secara akurat kapan terjadinya gempa, dari catatan sejarah kegempaan di Indonesia yang terekam BMKG, rata-rata gempa yang terjadi sebanyak 4.500 kali per tahun,” katanya.

Dari ribuan kali gempa tersebut, terekam rata-rata terjadi 360 kali gempa bumi dengan magnitudo yang mencapai lima maupun lebih yang merusak.

“Ini bisa dianggap bahwa hampir setiap hari terjadi gempa dengan magnitudo lima atau lebih. Karena itu, BMKG sebagai lembaga pemerintah yang mendapat mandat memonitor kegempaan dan tsunami, kami siap untuk terus melakukan pemantauan kegempaan dan tsunami dalam waktu 24 jam tujuh hari seminggu,” ujar Dwikorita. (ANT/HG)