Kementerian PUPR Mulai Program Padat Karya, Serap 263.646 Tenaga Kerja

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua dari kiri) saat melakukan peninjauan proyek tol Manado-Bitung. (foto: Kementerian PUPR)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai Program Padat Karya atau Cash for Work di 12 kabupaten pada 10 provinsi di tanah air. Demikian dilansir dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat (5/1/2018).

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso menyebutkan kedua belas daerah yang dimaksud. Kabupaten Dharmasraya (Sumatea Barat), Muko-muko (Bengkulu), Musi Rawas (Sumatra Selatan), Lampung Tengah (Lampung), dan Kota Serang (Banten) ada dalam daftar. Kemudian Majalengka (Jawa Barat), Sragen, Grobogan, dan Cilacap (Jawa Tengah). Lalu Gorontalo (Provinsi Gorontalo), Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), dan Konawe (Sulawesi Tenggara).

“Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada jumlah petani dan jumlah pelaksana kegiatan proyek padat karya dan jumlah penerima manfaat yang cukup signifikan dalam satu lokasi desa di masing-masing kabupaten tersebut,” jelas Imam di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Imam berharap dengan adanya integrasi pelaksanaan proyek padat karya di lingkungan Kementerian PUPR akan memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat di daerah tersebut.

Penyerapan  Tenaga Kerja

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengharapkan pelaksanaan program padat karya ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Dengan demikian akan terjadi pemerataan ekonomi ke perdesaan sekaligus untuk mengatasi kesenjangan.

Menteri Basuki menyebutkan, program padat karya tahun 2018 dirancang untuk mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja atau sebanyak 20,5 juta hari orang kerja (HOK). Dari jumlah itu upah yang dibayarkan secara harian mencapai Rp2,4 triliun dari total alokasi sebesar Rp11,24 triliun.

“Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran Rp11,24 triliun dari total Rp107,3 triliun di 2018 untuk program padat karya cash,” jelas Basuki.

Cakupan program

Menteri Basuki pun memaparkan cakupan program padat karya tersebut. Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, dan Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW) termasuk di dalamnya.

Kemudian Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pembangunan rumah swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), rumah khusus dan pemeliharaan rutin jalan. (*)