Kementerian Kesehatan bantu korban asap

INFONAWACITA – Kementerian Kesehatan RI menyatakan sudah memberikan an kepada Provinsi Riau yang tengah dalam kondisi darurat asap berupa makanan sebanyak tiga juta ton untuk bayi, balita, dan ibu hamil.

“Kita nambah juga dari pusat, kita berikan makanan untuk bayi, ibu hamil, balita. Sudah dikrim, mungkin lagi dalam perjalanan tiga juta ton makanan, setengah ton obat-obatan, dua tenda poliklinik, dan 14 orang tenaga kesehatan dokter spesialis,” kata Sekjen Kemenkes dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes di Pekanbaru, Sabtu malam.

Kemenkes sendiri datang ke Pekanbaru dalam rangka meninjau posko kesehatan yang dilaporkan telah didirikan di beberapa titik. Pada kesempatan itu, pihaknya juga telah mengunjungi dua diantara tujuh posko yang ada di Pekanbaru.

Keduanya adalah di depan Pasar Sukaramai Jalan Sudirman dan di Gelanggang Olahraga Tribuwana Jalan Diponegoro Pekanbaru. Sekjen mengunjunginya bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Menteri Siti mengatakan bahwa Sekjen Kemenkes diajak ke Riau karena lembaga tersebut dianggap yang mengerti secara teknis untuk penanganannya.

Menurut dia, di Riau, hal terpenting adalah bagaimana masyarakat yang membutuhkan pada situasi krisis ini, tahu ke mana harus mendapatkan pelayanan seperti adanya posko kesehatan.

“Sekarang di Riau yang perlu itu adalah soal kesehatan, makanya saya juga mengajak Sekjen Kementerian Kesehatan untuk hadir dan melihat langsung ke lapangan,” katanya.

Siti Nurbaya dan dr Untung mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu, pukul 18.30 WIB, langsung disambut Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Kedatangan itu disambut dengan jamuan makan malam di VIP SSK II Pekanbaru bersama dengan petinggi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Riau, seperti dari Korem 031 Wirabima, AURI, dan Kepolisian Daerah Riau.

Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan daerahnya adalah bantuan kesehatan. Untuk penanggulangan dan pemadaman api dikatakannya bahwa kebakaran banyak terjadi di Sumatera Selatan dan Jambi.