Kementerian ESDM Dorong Siswa Budayakan Hemat Energi

INFONAWACITA.COM – Untuk menumbuhkan budaya hemat energi di kalangan siswa Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar acara Penganugerahan Pemenang Lomba Hemat Energi (LHE) di Sekolah 2017 di Hotel JS Luwansa, Jumat (3/11).

Menurut Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana tujuan Lomba Hemat Energi di Sekolah ini adalah menanamkan rasa kepedulian para siswa terhadap konservasi energi dan menjadi motor penggerak budaya hemat energi di masa yang akan datang.

“Kami harapkan siswa dapat menjadi agen perubahan dan pelopor gerakan hemat energi,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Selain itu Rida juga berharap kepada tenaga pendidik agar terus memantau dan mengarahkan anak didik untuk peduli dan menerapkan upaya-upaya penghematan energi, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berbudaya hemat energi.

Libatkan sekolah dari lima kota

Pada tahun ini, Lomba Hemat Energi yang berhadiah total Rp350 juta ini melibatkan sekolah-sekolah di lima kota, yaitu Palembang, Wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek), Bandung, Surabaya, dan Denpasar.

Selama periode lomba, peserta ditantang untuk menunjukan upaya serta komitmen dari seluruh elemen sekolah dalam menerapkan penghematan energi. Selain itu, para siswa juga mengikuti berbagai kompetisi bulanan, yaitu kompetisi membuat video, jingle, mural, artikel, poster dan fotografi dengan tema hemat energi.

Pada akhir rangkaian lomba ini, dilaksanakan penjurian untuk memilih sekolah, manajer energi, serta pahlawan energi terbaik.

Tim juri pada ajang ini terdiri dari praktisi di bidang konservasi energi, perwakilan Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, PT PLN (Persero), Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, serta Dinas Pendidikan kota Palembang, Bandung, Surabaya, dan Denpasar.

Bukan hanya dikalangan siswa Kementerian ESDM memang mendorong budaya hemat energi diseluruh lapisan masyarakat. Misalnya saja lewat program potong 10 persen dan juga mendorong perusahaan-perusahaan untuk memiliki laporan pemakaian energi. (DS/yi)