Kementan: Stok Beras Nasional Melimpah

Seorang pekerja memanggul karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Senin (24/11). Harga beras kualitas medium keatas naik sebesar Rp300 - Rp400 per kilogram sedangkan beras kualitas medium kebawah meningkat Rp400 - Rp500 per kilogram karena tingginya permintaan menjelang musim paceklik. ANTARA FOTO/OJT/AGITA TARIGAN/wsj/ama/14

INFONAWACITA.COM – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian Momon Rusmoyo mengatakan stok beras nasional melimpah hingga awal tahun 2018.

“Jika di pulau Jawa biasanya pada bulan Desember panen padi berkurang. Namun kebalikannya di Kalbar justru pada bulan Desember-Januari mengalami peningkatan,” kata Momon di sela kunjungan ke Kalbar, Minggu (24/12).

Ia mencontohkan untuk Kalbar pada bulan Desember hampir 80.000 hektare tanaman padi yang siap panen.

Sedangkan pada bulan Januari 2018 itu sekitar 70.000 hektare tanaman padi yang juga sudah siap dipanen.

“Ini yang mau saya katakan, Insya Allah biasanya untuk di tingkat nasional dari bulan Oktober-November, Desember-Januari itu tidak ada beras. Tapi ini dapat kami buktikan ternyata beras masih banyak bahkan melimpah,” ujar dia.

Apalagi di Kalbar yang paling banyak potensi panennya ada di lima kabupaten yaitu di Sambas, Sanggau, Kubu Raya, Landak dan Ketapang.

Momon sendiri menyempatkan untuk hadir pada panen di Dusun Rintau, Desa Bengkang, Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Jumat (22/12).

Pada Desember 2017, Kalbar mengalami panen raya, tidak hanya di Kabupaten Sanggau, namun juga dilakukan di Kabupaten Sambas.

Ia mengatakan untuk di Kabupaten Sanggau, saja saat ini bisa panen hingga 15.000 hektare.

“Nah kalau misalnya produktivitas pada dalam satu hektarenya tiga ton maka hasil panen di Kabupaten Sanggau dapat mencapai 45.000 ton gabah kering panen,” ujar dia.

Ia melanjutkan bila dikonversikan ke dalam beras maka untuk bulan Desember saja Sanggau menghasilkan sekitar 22.500 ton.

Sedangkan kebutuhan kosumsi beras untuk masyarakat Sanggau sekitar 500.000 orang maka dapat dihitung hanya sekitar 4.400 ton saja sehingga surplus sebanyak hampir 18.000 ton.

Momon juga mengungkapkan bahwa keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama dan keseriusan serta kerja keras tanam pada bulan September di mana pada bulan September 2017 realisasi tanam padi di Kabupaten Sanggau di atas 15.000 hektare.

“Saya yakin keberhasilan ini berkat dorongan dan pengawalan dari para petugas penyuluh dan teman-teman dari TNI,” katanya.

Satu Juta Hektare

Secara nasional pada tahun-tahun sebelumnya para petani padi pada Desember hanya dapat menanam sebanyak 500.000 sampai 700.000 hektare namun saat ini para petani dapat menanam lebih dari satu juta hektare.

Jika satu hektare menghasilkan enam ton maka secara keseluruhan mencapai enam juta ton gabah kering panen.

Kemudian jika dikonversikan ke beras maka akan menghasilkan tiga juta ton. Sedangkan kebutuhan kosumsi beras nasional hanya 2,6 juta ton.

“Jelas dilihat dari angka ini maka secara nasional Indonesia mengalami surplus beras sebanyak 400.000 ton. Makanya kondisi ini juga berpengaruh terhadap harga jual beras. Dan sudah saya cek harga jual beras saat ini stabil walaupun menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, yakni dibawah harga eceran tertinggi dengan kisaran di bawah Rp12.000, Rp11.000 dan di atas Rp8.000 per kg,” katanya. (ANT/HG)