Kemensos Siagakan 35.766 Personel Tagana Hadapi Cuaca Ekstrem

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (foto: Setkab)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menyiagakan 35.766 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, antipasi bencana alam sudah mulai dilakukan. Bulan Oktober lalu juga sudah digelar apel siaga Tagana di Tomohon, Minahasa, Sulawesi Selatan.

“Kami mengundang seluruh Tagana di Indonesia untuk melakukan mitigasi bencana bersama-sama,” kata Mensos di sela pemberian santunan korban longsor di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (17/11) sore.

Tagana yang tersebar di seluruh Indonesia tersebut siap dikerahkan untuk membantu evakuasi dan penanganan korban bencana alam akibat cuaca ekstrem dan selain Tagana, juga telah disiagakan sahabat Tagana yang kini berjumlah 63.140 orang.

“Tidak ada yang ingin bencana terjadi, tapi bagaimanapun antisipasi dan kewaspadaan harus tetap dilakukan. Tagana selalu siap diterjunkan kapanpun dibutuhkan. Maksimal satu jam setelah kejadian harus sudah berada di lokasi,” tuturnya.

Menurutnya Tagana yang disiagakan Kemensos tidak sekadar memiliki kemampuan evakuasi saat bencana, namun juga layanan psikososial untuk korban bencana alam tersebut dan sedikitnya terdapat 5.300 Tagana yang menjadi Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

“Untuk para korban juga ada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan trauma healing dan trauma konseling melalui layanan dukungan psikososial tersebut, sehingga Tim LDP bergerak untuk memberikan layanan tersebut,” katanya.

Ia mengatakan bencana alam yang sering terjadi setiap kali musim hujan antara lain banjir, angin puting beliung, tanah longsor dan banjir rob, sehingga menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terutama warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.

“Berdasarkan data Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mencatat ada 323 kabupaten/kota di Indonesia yang rawan bencana alam dan sekitar 71 kabupaten di antaranya termasuk zona merah, sehingga puluhan kabupaten zona merah itu menjadi prioritas penanggulangan bencana bagi Kementerian Sosial,” ujarnya.(AR/ANT)