Kemensos-Bappenas Kembang Sistem Kesejahteraan Sosial Terpadu Nasional

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. (Foto: Istimewa)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan mengembangkan Sistem Kesejahteraan Sosial Terpadu Nasional (SKSTN).

Sistem ini merupakan program inisiasi baru untuk menjawab tersedianya data induk yang terkelola dengan baik sehingga bisa dijadikan rujukan nasional, daerah, swasta, perguruan tinggi dan lain sebagainya. Pengembangan SKSTN dilaksanakan dengan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Dalam skema Infrastruktur KPBU, SKSTN termasuk dalam sektor informasi dan telekomunikasi ,” ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan persnya, Senin (27/11), dikutip dari Tribunnews.com.

Ditambahkan Mensos Khofifah memaparkan, SKSTN adalah sistem pengolahan dan penyajian data berskala nasional yang dikembangkan untuk pengelolaan basis data kesejahteraan sosial terpadu. Cakupannya meliputi, kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian hingga diseminasi data dan informasi, di mana core pendukungnya adalah Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kementerian Sosial.

Aplikasi SIKS-NG, lanjut Mensos Khofifah, telah digunakan di 236 Kabupaten/Kota atau sebanyak 45 persen dari total kabupaten/kota dan 24.917 desa/kelurahan atau 30 persen dari total desa/kelurahan. SIKS-NG digunakan untuk memverifikasi dan memvalidasi data penerima program BPNT, KIS dan PKH untuk penerima program tahun 2018.

“SKSTN ini akan menjadi Pusat Rujukan Data Kesejahteraan Sosial. Penggunanya, tidak cuma pemerintah, tapi juga bisa diakses oleh lembaga berskala Nasional maupun internasional, universitas, lembaga riset dan sejenisnya yang akan memanfaatkan data terpadu untuk keperluan riset, pengambilan keputusan, bisnis, dan lain-lain,” terangnya.

Mensos Khofifah berharap, dengan pengembangan SKSTN pengelolaan Basis Data Kesejahteraan Sosial menjadi terpadu secara nasional.(AR)