Kemenperin Berharap Investasi Jepang Atasi Persoalan Bahan Baku

INFONAWACITA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong perusahaan-perusahaan dari Jepang untuk berinvestasi di Indonesia, terutama untuk memperkuat rantai pasokan kebutuhan bahan baku di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, seusai acara Business Meeting between Japan and Indonesia, di Jakarta, Minggu (15/1). “Kami berharap industri-industri dari Jepang, seperti yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam, pembangkit listrik, gasifikasi batu bara, petrokimia, dan kaca dapat berinvestasi di Indonesia pada lokasi-lokasi kawasan industri yang telah disiapkan,” kata Airlangga.

Kawasan industri tersebut, menurut Airlangga, antara lain kawasan industri Dumai di Riau, yang telah dilengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas 50 MW, terminal CPO dan pengolahan limbah. Kawasan ini dapat digunakan untuk pengembangan industri gasifikasi batu bara dan oleo chemical.

“Kami juga menawarkan kawasan Industri JIIPE di Gresik dengan total area seluas 2.933 Ha serta didukung power plants sebesar 23 MW dan 500 MW. Kawasan yang dilengkapi dengan residensial area dan pelabuhan ini didorong sebagai kawasan untuk heavy industry dan permesinan,” tutur Airlangga.

Selanjutnya, Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah dengan luas sebesar 2.700 Ha yang lokasinya berdekatan dengan pelabuhan Semarang. Di kawasan ini, rencananya akan dibangun industri furniture, industri makanan dan industri garmen. “Dengan upah buruh yang kompetitif, maka kawasan industri ini akan memiliki keunggulan dibanding kawasan lain,” ujar Airlangga. Menperin juga menawarkan lokasi kawasan industri Bontang di Kalimantan Timur.

Kemenperin juga mendorong industri kecil di Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Airlangga menyatakan keinginannya untuk menggandeng industri kecil Jepang dapat bermtra dengan industri kecil di Indonesia.

Pada pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Istana Bogor, yang juga dihadiri Menperin Airlangga, Jokowi menyebutkan investasi Jepang mencapai USD 4,498 miliar atau Rp59,8 triliun (pada kurs Rp13.300) hingga September 2016. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2015. Berdasarkan data BKPM, Jepang memberikan kontribusi investasi paling tinggi di Indonesia melalui industri otomotif dengan nilai USD 1,18 miliar pada tahun 2015, disusul kawasan industri dan properti USD 520 juta, kemudian industri logam, elektronik, dan mesin senilai USD 426 juta, serta listrik, gas, dan air sebesar USD 134 juta.(AR/*)