Kemenkes Paparkan Pencapaian Selama Empat Tahun Menyehatkan Masyarakat

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (Foto: Tempo.co)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dalam 4 tahun terakhir, tanggung jawab itu dilakukan melalui Program Indonesia Sehat yang mencakup Paradigma Sehat, Penguatan Pelayanan Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Berbagai peningkatan mulai dari kondisi kesehatan masyarakat, keberadaan fasilitas kesehatan, dan kepesertaan JKN nampak terlihat secara statistik.

Terkait kondisi kesehatan masyarakat, misalnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU). Hal itu tercantum dalam RPJMN 2015-2019.

Dari tahun 2015 cakupan terus meningkat dari 78,43 persen menjadi 80,61 persen (2016). Di tahun 2017, sampai dengan Desember menjadi 83,67 persen. Kemudian perNovember 2018, menjadi 73,50 persen ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dan bersalin di Fasyankes.

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek mengatakan cakupan ini terus meningkat, mengingat data sampai akhir Desember 2018 masih dalam proses pengumpulan dari Pengelola program KIA di Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Dengan demikian, sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya ibu bersalin untuk melakukan persalinan di fasyankes dan ditolong oleh tenaga kesehatan,” ujar Nila seperti yang dilansir dari Sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Jumat (11/1/2019).

Selain itu, berdasarkan data Riskesdas 2013, persentase Balita yang mengalami stunting sebanyak 37,2 persen dan pada tahun 2018 (Riskesdas 2018) menurun sebanyak 6,4 persen menjadi 30,8 persen.

Peningkatan Kondisi Kesehatan Masyarakat

Peningkatan itu terlihat mulai dari jumlah desa yang sudah melakukan STOP Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) dari 4.557 desa (tahun 2015) menjadi 17.751 desa (31 Desember 2018, pukul 13.00 WIB) atau meningkat sebanyak 13.194 desa.

Selanjutnya untuk memastikan perlindungan terhadap generasi bangsa, hingga tahun 2018 Pemerintah telah memberikan imunisasi lengkap sebanyak 3.990.317 (92,04 persen), 70 juta anak kurang dari 15 Tahun Terlindungi dari Polio, dan 35.307.148 anak di Pulau Jawa terlindungi dari Rubella dan Campak.

Kemenkes melakukan upaya afirmatif dengan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi bidang kesehatan tahun 2018. Pemerintah daerah dapat membangun Puskesmas daerah tertinggal dan perbatasan.

Kemenkes sejak tahun 2015 hingga September 2018, telah menempatkan tenaga kesehatan melalui Nusantara Sehat (NS) baik secara tim maupun individu. Sebanyak 7.377 tenaga kesehatan NS yang tersebar di 1.661 Puskesmas daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di 361 Kabupaten/Kota di 29 Provinsi.

Di tahun terakhir pelaksanaan rencana strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, Kemenkes berkomitmen untuk mencapai pembangunan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia.

“Kementerian Kesehatan akan terus berkomitmen untuk mencapai pembangunan kesehatan dalam mewujudkan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang,” kata Nila.

Tujuannya, lanjutnya, tentu agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.