Kemenhub: Biaya Perawatan KA Tahun 2018 Dialihkan ke Pengoperasian

Kereta Api di Porong. foto: facebook.com (KAI121)

INFONAWACITA.COM – Biaya perawatan kereta api 2018 ditekan karena adanya efisiensi sumber daya manusia (SDM) dan dialihkan ke biaya pengoperasian.

“Untuk pengoperasian ada tambahan karena tadi ada untuk mengoperasikan ke Cikarang kan tambah jaringan, jadinya bertambah. Untuk perawatan ada pengurangan karena ada efesiensi di personel walaupun jumlah ini bertambah tetapi ada penguarangan personel pekerja, karena komponen terbesar pekerja yang merawat,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di Jakarta, Jumat (5/1).

Menurut dia nilai IMO yang diserahkan kepada PT KAI untuk melakukan tugas perawatan dan pengoperasian KA 2018, yaitu Rp1,3 triliun yang merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1140 Tahun 2017 tentang Penugasan kepada PT KAI (Persero) untuk Melaksanakan Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara Tahun Anggaran 2018 yang telah terbit tanggal 29 Desember 2017 lalu.

Kontrak IMO tersebut berlaku dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2018.

Untuk ruang lingkup pelaksanaan kegiatan IMO ini meliputi kegiatan perawatan prasarana perkeretaapian (perawatan berkala dan perbaikan untuk mengembalikan fungsinya agar laik operasi) yang terdiri dari perawatan jalur kereta api, perawatan jembatan, perawatan stasiun kereta api, perawatan fasilitas operasi kereta api (sinyal, telekomunikasi, dan LAA).

Kegiatan pengoperasian prasarana perkeretaapian yang terdiri dari pengaturan dan pengendalian perjalanan kereta api pengoperasian persinyalan, telekomunikasi dan instalasi listrik aliran atas pengaturan langsiran pemeriksaan dan penjagaan jalan rel, jembatan, terowongan dan perlintasan resmi dijaga pelumasan wesel dan pintu perlintasan pekerjaan K3 (Kebersihan, Keindahan, Keamanan) Merujuk pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Pengembangan, Peningkatan dan Perawatan Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2018 Nomor : SP DIPA-022.08.1.467484/2018 pada 5 Desember 2017, alokasi anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan IMO sepanjang 2018 ini sebesar Rp1,3 triliun alokasi ini sudah termasuk PPn 10 persen.

Pembiayaan untuk pelaksanaan kegiatan IMO tahun 2018 bersumber dari APBN.

Dari besaran anggaran IMO tersebut, yang termasuk dalam alokasi biaya perawatan prasarana (IM) terdiri atas Rp127 miliar untuk biaya perawatan jalan rel Rp11,2 miliar untuk biaya perawatan jembatan, Rp39,6 miliar untuk biaya perawatan sinyal, telekomunikasi dan LAA kemudian Rp219 miliar untuk biaya personil perawatan serta Rp900 juta untuk biaya umum perawatan prasarana.

Biaya Pengoperasian

Sedangkan yang termasuk dalam biaya pengoperasian (IO) terdiri atas Rp588 miliar untuk biaya langsung tetap pengoperasian prasarana dan Rp107 miliar untuk biaya tidak langsung tetap pengoperasian prasarana.

Pengalokasian anggaran IMO ini sebagai amanat dari UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang mewajibkan adanya ketersediaan Pelayanan Publik Dan Subsidi Angkutan Perintis Bidang Perkeretaapian, Biaya Penggunaan Prasarana Perkeretaapian Milik Negara, Serta Perawatan Dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara.

“Saya tekankan mulai dari 2018 ini ada berapa stasiun itu memang dibangun pemerintah yang akan dimasukkan perawatannya di IMO, jadi sebagai contoh banyak keluhan penumpang di Stasiun Palmerah, Parung Panjang, Maja, Kebayoran Lama, itu akan segera dibenahi karena pengguna KRL juga mengeluh eskalator yang sering terjadi gangguan, mulai tahun ini akan diperbaiki,” katanya.

Pengoperasian Jalur Baru

Selain itu, lanjut dia, sejumlah jalur yang akan dioperasikan pada 2018, di antaranya Kuala Tanjung-Sei Mangke, KA Bandara Minang pada Maret, KA Bandara Palembang pada Juni.

Dalam kesempatan sama, Direktur Pengelolaan Prasarana PT KAI Bambang Eko Martono mengatakan sepanjang 2017, serapan IMO mencapai 100 persen.

“Yang pasti terserap semua, karena kebutuhan kita lebih dari nilai IMO yang diterima,” katanya.

Dia mengatakan untuk KRL Jabodetabek akam dilakukan pembenahan secara menyeluruh, terutama terkait persinyalan.

“Sebenaranya kita sudah perencanaan dengan Pak Dirjen, terutama persinyalan, di mana di Jabodetabek ini sudah di atas 25 tahun ini, kita secara bertahap merencanakan untuk peremajaan, kita revitalisasi persinyalan kita supaya lebih andal,” katanya. (ANT/HG)