Kemendikbud Tempatkan 80 Guru Garis Depan di Biak Numfor

Foto: setkab.go.id

INFONAWACITA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menempatkan 80 tenaga guru garis depan (GGD) di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pelayanan proses belajar mengajar di sekolah terpencil.

Penyerahan surat keputusan CPNS 80 guru garis depan itu dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra bersamaan dengan apel gabungan aparatur sipil negara Pemkab Biak Numfor, di Biak, Senin (20/1) kemarin. Demikian dilansir dari Antara.

Markus mengungkapkan, penempatan guru garis depan di Kabupaten Biak Numfor sebagai implementasi Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk peningkatan layanan pendidikan di wilayah terpencil, terdepan dan terluar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Program Nawacita Presiden Jokowi, menurut dia, tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, atau bandara, tetapi juga sektor pendidikan.

“Pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Salah satunya diwujudkan dengan pengiriman guru garis depan ke Biak. Program guru garis depan adalah paket rekrutmen dan penempatan CPNS guru yang dipusatkan di Kemendikbud,” ujarnya.

Ia mengakui penempatan guru garis depan Biak menjawab kekurangan tenaga guru di berbagai sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Biak Numfor.

Pada program GGD, lanjutnya, guru ditempatkan secara permanen dan diikat statusnya sebagai PNS di lingkungan tugas Kabupaten Biak Numfor.

“Guru garis depan dikirim ke Biak harus 10 tahun mengabdi di daerah, tidak boleh minta mutasi ke kota atau daerah asal sebelum masa tersebut berakhir, ketentuan ini perlu menjadi perhatian peserta guru garis depan,” ujar Markus.

Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan Biak Nico N Buiney MMT mengatakan prioritas penempatan guru garis depan di sekolah yang jauh, terpencil dan terdepan sesuai dengan surat keputusan penempatan di Kabupaten Biak Numfor.

“Dinas Pendidikan sudah mendata sekolah-sekolah dasar dan SMP yang masih kekurangan guru, dengan penempatan 80 guru garis depan mampu mengatasi kekurangan guru,” katanya.(AR)