Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Korupsi

(Foto: Istimewa)

INFONAWACITA.COM – Tim Intel Kejaksaan Agung (Kejagung) bekerjasama dengan Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu berhasil mengamankan Drs. M. Taufik Mantan Pegawai Bank Pemerintah Daerah (BPD) Cabang Curup yang merupakan terpidana korupsi kasus tindak pidana korupsi Pengajuan Kredit pada BPD Vabang Curup tahun 1995 dan 1996 dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong.

Menurut keterangan resmi yang didapatkan Infonawacita.com, M. Taufik ditangkap oleh tim Jaksa ketika berada di Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat pada Selasa, tanggal 26 Februari 2019 sekira pukul 14.30 WIB.

Data terhimpun, M. Taufik merupakan salah satu dari 3 terpidana yang berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu Nomor : 25/PID/2003/PT.BKL tanggal 10 Mei 2003 lalu. Dia adalah Terpidana kasus tindak pidana korupsi Pengajuan Kredit pada BPD cabang Curup tahun 1995 dan 1996 dengan total Kerugian Negara sebesar Rp. 1.091.777.789,00 (Satu milyar Sembilan puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu tujuh ratus delapan puluh Sembilan rupiah).

Terpidana diputus dengan hukuman pidana 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan penjara denda Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta uang pengganti sebesar Rp. 341.777.789,00 (Tiga ratus empat puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu tujuh ratus delapan puluh Sembilan rupiah).

Produk ke 22 tabur 2019

Penangkapan M. Taufik adalah produk Program Tangkap Buronan (Tabur) 31.1 ke 22 di tahun 2019. Pencapaian Program Tabur menjadi bukti keseriusan Kejaksaan dalam menuntaskan penanganan perkara pidana umum maupun pidana khusus.

Tabur 31.1 merupakan salah satu program andalan Kejaksaan. Program yang digagas oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S. Maringka ini merupakan wujud komitmen Korps Adhyaksa dalam menuntaskan penanganan perkara pidana, dimana setiap Kejati diberikan tanggung jawab untuk menangkap satu buronan pelaku kejahatan setiap bulannya.