Kasus Penyebaran Meme, Puluhan Ribu Warganet Tandatangani Petisi Lawan Setnov

Ilustrasi (foto: allthingsvice.com)

INFONAWACITA.COM – Baru beberapa hari diterbitkan, petisi “Segera Cabut Aduan dan Hentikan Kasus Penyebar Meme Setnov” yang dimuat Change.org sudah mencapai 54.000 pendukung. Petisi tersebut dibuat oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) pada Senin (6/11) lalu.

Petisi ini sebagai bentuk kekhawatiran warganet akan semakin banyaknya pejabat yang cuma terbawa perasaan lalu mengirim warganet ke penjara karena kebebasan berekspresi yang dilakukan.

Regional Coordinator SAFEnet Damar Juniarto menyebut jika Pasal defamasi (pencemaran nama) yang ada di UU ITE dan KUHP merupakan pasal kolonial yang bertujuan untuk melindungi orang-orang berkuasa.

“Dasarnya ini pasal kolonial yang dipertahankan untuk melindungi orang-orang berkuasa, jadinya yang warga biasa bisa dipenjara cuma karena ada penguasa yang baper,” kata Damar dalam petisinya.

Damar juga menyebut jika penahanan salah satu penyebar meme yaitu pemilik akun instagram @dazzlingdyann menyalahi aturan. Hal ini karena pasal ini sudah direvisi setahun lalu, dengan menurunkan ancaman pidana jadi 4 tahun dan atau denda Rp 750 juta dan tambahan penjelasan bahwa pasal ini harus merujuk pada pasal 310-311 KUHP.

“Artinya polisi tidak bisa lagi menangkap dan menahan seseorang yang diduga melanggar pasal ini sewaktu-waktu, kecuali alasan subyektif yakni: orangnya akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatan,” kata Damar.

Mencegah terjadinya penyalahgunaan Pasal ITE dan memperjuangkan kebebasan berekspresi Damar pun mengajak warganet untuk ramai-ramai menandatangani petisi tersebut.

“Kalau ini dibiarkan, semakin banyak pejabat publik yang mengirim warga ke penjara karena baper. Maka kita perlu kirim petisi dengan pesan untuk segera cabut aduan polisi karena menyebarkan satir bukan tindakan pidana/kriminal. Juga ke kepolisian agar tidak melanjutkan kasus ini,” kata Damar.

Saat ini Rabu (8/11) tercatat sudah 54.085 warganet yang sudah menandatangani petisi tersebut.

Salah satu penandatangan petisi Lana Triana pun menyebut kekhawatirannya atas kebebasan berpendapat yang akan terenggut jika kasus ini dilanjutkan.

“#daruratkebebasanberpendapat saat ini sptnya bkn cuma pd kasus ini…hmm..” kata Lana.

Petisi  ini akan dikirim ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Setya Novanto, Yunadi Associates Friedrich Yunadi dan Kepolisian Negara Republik Indonesia
Kapolri Tito Karnavian.

Respon Wakil Presiden

Banyaknya warganet yang sudah menandatangani petisi inipun mendapat respon dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Kalla tindakan Setya Novanto (Setnov) dapat mengekang kebebasan berekspresi. Maka dari itu ia pun menyarankan jika Setnov sebaiknya menghentikan pelaporan tersebut dan fokus untuk mengklarifikasi penyakitnya.

“Kalau semua meme itu harus diadili, capek nanti pengadilan. Karena begitu banyak, itu semacam karikatur, berekspresi,” kata Kalla seperti dikutip dari Antaranews.com pada Rabu (8/11).

Sebelumnya Setnov sendiri sudah melaporkan 300 akun penyebar Meme dirinya yang sedang di rawat di RS Premier Jatinegara beberapa waktu lalu. Setelah disaring ada 32 akun yang akhirnya pelaporannya dilanjutkan ke pihak Kepolisian. Satu pemilik akun instagram yang diduga menyebarkan Meme bercaption THE POWER OF SETYA NOVANTO itu kini ditahan pihak Kepolisian.

Maraknya Meme Setnov sendiri lantaran kekesalan warganet akan bebasnya Ketua DPR RI ini dalam proses praperadilan atas kasus korupsi KTP El. Meme bernada satir yang menyebut kesaktian Setnov pun ramai di media sosial. (*/DS/yi)