Kasus Hakim MK Jadi Momentum Reformasi Dunia Peradilan dan Integritas Hakim

Komisi Yudisial

INFONAWACITA.COM – Komisi Yudisial (KY) prihatin menyusul tertangkapnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi kasus kedua menimpa Hakim MK.

Juru Bicara KY Farid Wajdi menyayangkan kejadian ini ditengah usaha berbagai pihak membenahi dunia peradilan saat ini. ”Atas peristiwa tersebut, KY merasa prihatin dan menyayangkan. Ditengah usaha banyak pihak dalam membenahi dunia peradilan, integritas profesi hakim kembali tercoreng akibat perbuatan segelintir oknum,” kata Farid Wajdi dalam siaran pers di Kantor KY, Jakarta, Kamis (26/1)

Farid berhadap kejadian ini menjadi momentum perbaikan dalam praktik penyelenggaraan peradilan. Menurut Farid kekuasaan yang tanpa kontrol berpotensi untuk menjadi penyelewengan, tidak terkecuali pada ranah yudikatif. (baca: KY : Penangkapan PA, Integritas Hakim Tercoreng )

”Melalui momentum ini, KY juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk kembali mendengarkan suara publik dan apa yang disuarakan oleh masyarakat. Reformasi yang sebenarnya adalah perbaikan yang telah menyentuh masalah dasar, yaitu integritas. Selain integritas sendiri merupakan kewajiban, juga pada dasarnya pengawasan tidak tidur dan terus berjalan dalam berbagai bentuk,” kata Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY ini.

Farid mengingatkan, telah banyak upaya yang dilakukan oleh lembaga peradilan saat ini demi mengembalikan kepercayaaan masyarakat kepada hukum. Namun, terulangnya kembali peristiwa penangkapan Hakim MK oleh KPK akan menambah beban bagi para penegak hukum untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

”KY mengajak kepada seluruh pihak untuk kembali melihat arah reformasi peradilan kita, dengan merujuk pada seluruh peristiwa yang belakangan terjadi. Tidakkah ada sesuatu yang patut dikoreksi? Tidak untuk tujuan apapun kecuali demi peradilan yang lebih bersih,” kata Farid. (AK)