Kalimantan Tengah Kesulitan Tangani Buaya, Ini Keterbatasan Mereka

Penangkapan buaya oleh petugas Ditpolairud. (foto: Tribratanews)

INFONAWACITA.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengaku kesulitan menangani ancaman serangan buaya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Alasan utamanya karena terkendala keterbatasan peralatan.

“Ada beberapa peralatan penting yang dibutuhkan, seperti kandang perangkap, tombak serta jaring untuk menangkap buaya. Mudah-mudahan nanti bisa dimiliki untuk memudahkan penanganan buaya,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah di Sampit, Sabtu (6/1/2018). Demikian dikutip dari Antara.

Populasi buaya di Kotawaringin Timur, khususnya di Sungai Mentaya dan Sungai Cempaga diperkirakan masih cukup banyak. Desember 2017 lalu, terjadi dua kali serangan buaya, untungnya korban berhasil meloloskan diri dari gigitan buaya. Selama ini serangan buaya sudah sering menimbulkan korban jiwa, bahkan ada yang jenazahnya tidak ditemukan lagi.

Studi banding ke NTB

Belum lama ini BKSDA Pos Sampit melakukan studi banding ke Nusa Tenggara Barat terkait penanganan konflik buaya dengan manusia. Daerah itu dinilai cukup bagus dalam penanganan buaya.

Banyak ilmu dan pengalaman yang didapat untuk diterapkan di Kotawaringin Timur. Namun, diakui Muriansyah, peralatan sangat dibutuhkan untuk menangkap dan melepasliarkan buaya sesuai dengan aturan.

Selama ini penanganan terhadap buaya dilakukan dengan peralatan seadanya. BKSDA mengoptimalkan langkah pencegahan dengan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai.

Sumber daya manusia

Ternyata bukan hanya peralatan yang menjadi kendala. Muriansyah mengakui sumber daya manusia petugas BKSDA dinilai juga perlu ditingkatkan.

Selama ini penanganan buaya dilakukan dengan cara yang sangat berisiko bagi petugas, yakni menangkap dengan peralatan terbatas.

“Cara-cara khusus harus dilakukan agar tidak membahayakan petugas dan orang lain. Penanganan dilakukan dengan cara menjerat moncong buaya, membekap buaya secara bersamaan, menutup mata buaya dan beberapa cara-cara lainnya. Itu semua ada caranya,” sambung Muriansyah.

BKSDA Pos Sampit secara bertahap akan melengkapi peralatan dan meningkatkan sumber daya manusia. Harapannya, pelayanan bisa diberikan secara optimal kepada masyarakat. (*)