Kadin Apresiasi Perhatian Jokowi kepada Indonesia Timur

INFONAWACITA.COM – Perhatian pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terhadap kawasan Indonesia Timur sepanjang 2016 mendapatkan apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia, Andi Rukman Karumpa, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/1). “Tahun ini adalah tahun perhatian yang sangat besar dari pemerintah pusat untuk Indonesia Timur.  Bisa dikatakan ini tahun terbesar sepanjang sejarah Republik berdiri,” kata Andi.

Ditambahkannya, hal ini bisa dilihat dari aktivitas Presiden dan Wapres yang telah melakukan kunjungan ke Indonesia Timur puluhan kali. Bahkan, lanjutnya, ke provinsi paling timur di wilayah Republik Indonesia yaitu Provinsi Papua, Presiden sudah berkunjung selama dua kali. Sedangkan sejak dilantik menjadi Presiden, Jokowi juga sudah berkunjung sebanyak lima kali.

Dia juga mengingatkan bahwa Presiden juga telah menetapkan kebijakan satu harga untuk bahan bakar minyak (BBM) di Papua. “BBM merupakan komoditas paling mahal di Papua. Tahun ini harga termahal itu berakhir. Ini sebuah keberanian, sebab kalau tunggu infrastruktur siap baru menurunkam harga, sampai kiamat harga BBM di Papua tetap akan tinggi sekali,” ujar Andi.

Pada kesempatan itu, Andi juga memuji kebijakan pemerintah yang memekarkan Komando Daerah Militer (Kodam) Cendrawasih di Papua dan Kodam Wirabuana di Sulawesi. Kodam tersebut bertambah menjadi Kodam Kasuari dan dipimpin oleh putra asli Papua untuk wilayah Papua Barat dan Kodam Merdeka di Sulawesi Utara. Selain itu, ujar dia, tahun 2016 ini juga pemerintah mempercepat pembangunan sebanyak 187 kawasan perbatasan mulai dari Pulau Rondo sampai NTT, termasuk di Skouw, Kota Jayapura, Papua.

Kemudian di sektor perhubungan, lanjut Andi, pemerintah pusat juga telah merampungkan dan meresmikan sejumlah bandara di Papua dan Sulawesi, mempercepat pengembangan jalan trans Papua, pembukaan lahan sawah baru di Sulawesi dan Kalimantan, percepatan pembangunan rel kereta api Sulawesi, serta peresmian sejumlah pembangkit listrik.

“Infrastruktur mulai dibangun, tentu akan berdampak bagi pertumbuhan. Semoga biaya logistik menurun, akselerasi ekonomi juga makin baik di Indonesia Timur,” katanya. Wakil Ketua Umum Kadin itu juga memperkirakan bahwa pada tahun 2017 ini akan menjadi tahun pertumbuhan ekonomi bagi wilayah Indonesia Timur.(AR/ANT)