Kabupaten Nduga-Yahukimo Akan Terhubung Jalan Sepanjang 44 Km

Wamena - Pemandangan pembangunan Jalur Trans Papua di Wamena, Papua, Senin (8/5). Presiden Joko Widodo direncanakan akan meninjau pembangunan jalan Trans Papua Wamena-Nduga pada Rabu (10/5) mendatang. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama/17

INFONAWACITA.COM – Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Papua pada Desember 2017 telah menandatangani kontrak pengerjaan pembukaan jalan baru sepanjang 44 kilo meter.

Jalan yang hendak dibuka itu akan menghubungkan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Yahukimo.

“Kita ada paket baru, kontrak multi years, paket pembangunan jalan Keneyam, Gearek, Dekai, jadi menghubungkan antara Keneyam dan Dekai. Ini bagian dari jalan Trans Papua juga. Kita sudah menandatangani kontrak pada minggu ke dua bulan Desember lalu,” kata Kepala Satker PJN Wilayah IV Papua, Togap Harianto saat di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (27/12).

Anggaran yang dikucurkan untuk kontrak tiga tahun itu adalah sekitar Rp256 miliar, dan pengerjaan jalan ditargetkan rampung pada 2019 mendatang.

“Selama ini sama sekali belum ada jalan (di lokasi yang hendak dibuka). Cuma sudah pernah dibuka dahulu dari arah Dekai, maupun dari Keneyam,” katanya.

Dikerjakan Desember 2017

Ia memastikan pengerjaan jalan tersebut sudah mulai dilakukan pada Desember 2017 ini.

Beberapa ruas jalan lagi yang sedang dikerjakan juga secara keroyokan oleh PJN IV dan V adalah yang menghubungkan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Sebelumnya ia mengatakan PJN Wilayah IV akan terus berupaya membuka isolasi daerah melalui pembangunan jalan Trans Papua meskipun terjadi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap para pekerja, sebagaimana yang terjadi Selasa, (12/12) dan mengakibatkan satu diantara tiga korban meninggal dunia.

“Penembakan pasti menghambat karena ada yang terbunuh satu operator, tetapi tidak menyurutkan tekad kita, tetap kita bekerja. Tidak ada penghentian sementara terhadap pengerjaan jalan Trans Papua,” katanya. (ANT/HG)