Kabar Gembira, Jalur KA Sei Mangke-Kuala Tanjung Terhubung Juli

Seorang pekerja melakukan pengelasan jalur rel kereta api di Kawasan Stasiun Bangil, Pasuruan, Jatim, Rabu (17/12). Pengelasan jalur rel kereta api yang mengarah ke depo tersebut sebagai tempat untuk penyimpanan dan bongkar muat di area Stasiun Bangil. ANTARA FOTO/Adhitya Hendra/Rei/pd/14.

INFONAWACITA.COM – Jalur Kereta Api (KA) Sei Mangke akan tersambung dengan pelabuhan hub Internasional Kuala Tanjung pada Juli 2018.

“Proyek ini sudah berjalan sejak 2013, Juli kemungkinan selesai Sei Mangke-Kuala Tanjung,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Dia menjelaskan saat ini jalur yang sudah ada (eksisting), yaitu dari Sei Mangke-Belawan, kemudian akan dilanjutkan pembangunan Bandar Tinggi-Kuala Tanjung.

Baca Juga: Bersaing dengan Belanda, Investor Tiongkok Juga Minati Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung

Pada 2013-2015 lalu telah dilaksanakan pekerjaan peningkatan jalur KA segmen Perlanaan-Gunung Bayu sepanjang empat kilometer dan segmen Bandar Tinggi-Perlanaan sepanjang 15 kilometer.

Kemudian, pada 2015-2016 lalu dilanjutkan dengan pembangunan segmen Sei Mangke-Perlanaan sepanjang 2,95 kilometer, sedangkan pembangunan segmen Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 kilometer telah dimulai sejak 2011 lalu.

Pembangunan ini sempat terhenti di 2016 dikarenakan beberapa kendala teknis di lapangan.

Kemudian pada 2017, pembangunan segmen ini dilanjutkan kembali dan ditargetkan selesai pada 2018.

“Lamanya waktu pekerjaan dikarenakan pembangunan yang dilakukan secara perbagian, di mana bagian-bagian yang siap untuk dibangun, dikerjakan terlebih dahulu,” katanya.

Saat ini baru ada dua frekuensi perjalanan dalam sehari, yaitu mengangkut enam sampai tujuh minyak sawit mentah (CPO) dan kontainer dengan kapasitas 300 TEUs Belawan.

Selain itu, lanjut dia, pengperasian saat ini juga masih carter dari PT Unilever dan ke depannya apabila permintaan bagus, maka akan dimungkinkan pengoperasian reguler.

KEK Sei Mangke mulai dibangun sejak 2013 oleh Kementerian Perindustrian, bertempat di lokasi lahan yang merupakan penugasan PTP Nusantara III (Persero), pembangunan KEK Sei Mangke dimaksudkan untuk mengakomodasi industri-industri berbasis (CPO) Indonesia guna meningkatkan daya saing industri sawit CPO Indonesia secara internasional.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan dengan adanya akses jalur kereta, diharapkan bisa menambah daya saing dengan banyaknya investor yang berminat mengembangkan industri di kawasan tersebut.

“Produk CPO itu turunannya ada 500 produk, tapi selama ini kita menjualnya hanya dalam bentuk CPO, minyak goreng atau bio diesel, padahal ada yang lain di bidang farmasi dan kosmetik,” katanya.

Baca Juga: Jalur KA Bandartinggi-Kualatanjung Ditargetkan Beroperasi Maret

Itensif Untuk Investor

Dia juga akan memberikan insentif kepada para investor melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35 tahun 2018 terkait “tax holiday” untuk investasi RP500 miliar, mendapatkan lima tahun berjenjang dan untuk investasi Rp30 triliun, sekitar 20 tahun.

“Dari insentif itu kita harapkan investor yang lain mau masuk untuk mengolah CPO. Jadi nanti produksi cpo tidak mayoritas diekspor dalam bentuk CPO, tapi dieskpor sudah dalam turunan. Akan menarik investasi lebih banyak dan menciptakan lapangan kerja lebih banyak dan berkontribusi terhadap ekspor yang lebih tinggi,” katanya.

Dengan dioperasikannya segmen Sei Mangke-Perlanaan serta segmen Bandar Tinggi – Kuala Tanjung yang ditargetkan pada tahun ini, kepasitas lintas perjalanan KA menjadi sembilan pulang/pergi per hari dengan kapasitas beban angkut barang mencapai 750 ton per perjalanan.

Sedangkan waktu tempuh perjalanan dari KEK Sei Mangke menuju Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi 40 menit dan juga diharapkan dapat mendorong geliat perekonomian di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara. (ANT/HG)