Jonan Siap Bantu Daerah yang Mau Mengelola Sampah Menjadi Energi

Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan pidato kunci pada acara Dialog Energi yang bertema Strategi Pencapaian Energi Baru Terbarukan (EBT) 23%, Kamis (2/3/2017). (foto: Kementerian ESDM)

INFONAWACITA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong seluruh kepala daerah di Indonesia agar dapat mengelola sampah menjadi energi listrik. Jika tak mau pusing kata Jonan, ia siap mengerahkan PT PLN untuk membangun pembangkit.

Hal tersebut Jonan sampaikan saat mengikuti The 7th United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac) Congress di Surabaya, Kamis (13/9/2018).

Kata Jonan, saat ini baru beberapa kota yang sudah memanfaatkan sampah untuk listrik, salah satunya adalah Kota Surabaya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo dengan kapasitas 11 MW.

“Saya berharap khususnya kepada Walikota, Kepala Daerah dan Gubernur harus terus mendorong untuk membangun pembangkit listrik untuk mengelola sampah secepat mungkin,” tegasnya seperti termuat dalam keterangan resmi Jumat (14/9/2018).

Menurut Jonan, tantangan paling besar dalam pengelolaan sampah menjadi energi adalah karena setiap Pemerintah Daerah merasa bahwa sampah itu merupakan komoditi. “Jadi kalau dibangun PLTSa, malah yang bangun listrik itu yang harus beli sampahnya. Nah ini satu debat yang panjang sekali,” imbuhnya.

Bagi Pemerintah Daerah yang berencana akan membangun PLTSa, Jonan memastikan bahwa listriknya akan dibeli dan disalurkan ke dalam sistem transmisi dan distribusi PT. PLN.

Solusi untuk Daerah

Di samping itu, ia memberikan solusi jika daerah tidak ingin ambil pusing dalam pembangunan PLTSa, silahkan mengirimkan surat kepada Jonan agar PT. PLN yang membangun PLTSa tersebut.

“Kalau misalnya tidak mau pusing, tulis surat ke saya, bilang minta PLN yang bangun, nanti saya bikin keputusan biar PLN yang bangun. Nanti PLN terima sampah di depan pembangkitnya. Jadi tidak mengganggu. Kalau dulu ini anggaran pengangkutannya berapa, tipping fee dan lainnya,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Menteri Jonan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mengurangi ego masing-masing dalam hal pengelolaan sampah, sehingga akan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

“Ini bukan tentang teknologi dan tarif, karena tarifnya sesuai, tapi tentang bagaimana kita mengurangi ego dari Pemerintah Daerah untuk membuat ini (PLTSa) jadi,” pungkasnya.