Jonan Paparkan Komitmen Pemerintah pada Energi Baru Terbarukan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membuka perdagangan saham dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga di Bursa Efek Indonesia (foto: Infonawacita.com/Desy Selviany)

INFONAWACITA.COM – Saat membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memaparkan beberapa capaian energi selama tiga tahun terakhir. Salah satunya ialah sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).

Di depan alumni Universitas Airlangga, mantan Dirut PT KAI ini menjelaskan bagaimana dirinya membuka peluang besar bagi EBT dengan syarat bisa menawarkan harga yang sekompetitif mungkin.

“EBT juga terus digaungkan, pemerintah berkomitmen energy mix harus capai 23 persen dari seluruh tenaga pembangkit energi,” kata Jonan di BEI, Jakarta pada Selasa (7/11).

Jonan menjelaskan untuk EBT sektor listrik saja saat ini capaiannya sudah 10 hingga 11 persen. Diharapkan hingga 2025 EBT pada kelistrikan di Indonesia bisa mencapai 23 persen.

Tahun ini saja kata Jonan dirinya sudah membangun 625 MW listrik berbasis EBT di Indonesia. “Jadi kita dorong terus untuk tidak menambah polusi,” imbuh Jonan.

Jonan pun memamerkan salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap Sulawesi Selatan yang menjadi pembangkit listrik angin terbesar dan pertama di Indonesia. “Ini besar sekali 75 MW,” kata Jonan.

Ia juga menceritakan bagaimana akhirnya ia terus mengupayakan tawar menawar harga yang kompetitif terhadap investasi listrik berbasiskan EBT. Menurut Jonan, selain mendorong pembangunan EBT keterjangkauan energi juga menjadi perhatian dari pemerintah. “Kalau listriknya mahal, orang enggak bisa beli, ini penting sekali,” kata Jonan.

Di samping itu, Kementerian ESDM juga telah melakukan reformasi di bidang perizinan. Sebanyak 63 buah perizinan telah dialihkan ke Perizinan Terpadu Satu Pintu Badan Koordinasi Penanaman Modal (PTSP – BPKM), sehingga saat ini perizinan yang ada di Kementerian ESDM hanya tinggal 15 buah, yang meliputi 6 izin di subsektor migas, 6 izin minerba, dan 3 izin di subsektor EBTKE. (DS/yi)