Jonan Minta Menkeu Lunasi Tunggakan PLN dan Pertamina

Menteri ESDM Ignasius Jonan memberi sambutan dalam acara penandatanganan jual beli listrik EBT di Gedung Kementerian ESDM pada Kamis (16/11)

INFONAWACITA.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani agar segera membayar utang pemerintah kepada PT. Pertamina (persero) dan PT. PLN (persero).

Jika dibayarkannya tunggakan tersebut tentunya akan menjaga keuangan kedua perusahaan plat merah tersebut.

“Jadi saya sudah mohon kepada Menteri Keuangan untuk ada alokasi segera, membayar membayar tagihan PLN dan Pertamina sebagai badan usaha,” kata Jonan dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/12).

Apalagi kata Jonan, saat ini Kementerian Keuangan sudah memegang anggaran dan data berapa besar piutang negara terhadap kedua perusahaan tersebut.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menyebut total tunggakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji (Liquefied Petroleum Gas/LPG) pemerintah kepada Pertamina sebesar Rp40 triliun.

Rp5,5 triliun merupakan tagihan subsidi BBM Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah dibayarkan tahun ini. Sementara sisanya belum dibayarkan.

Segera Dibayarkan

Ia berharap supaya pemerintah segera membayarkan tunggakan tersebut pada akhir 2017 atau awal 2018. Sebab, jika tidak dibayarkan akan mengganggu arus keuangan perseroan.

“Kita berharap mungkin kalau tidak akhir tahun ini awal tahun depan sisanya,” ujar Massa.

Senada, Direktur Utama PLN Sofyan Basir juga mengungkapkan supaya pemerintah membayar tunggakan subsidi listrik periode anggaran 2016-2017 pada akhir tahun ini.

Sekitar Rp10 triliun yang merupakan utang periode 2016-2017 akan dibayarkan segera.

“Tahun ini yang mau dibayar itu saya lupa persisnya. Tapi yang tahun lalu itu sekitar Rp10 triliun di 2016-2017, itu akan dibayar tahun ini,” pungkas Sofyan. (DS/HG)