Jokowi Ingin Kebut Sektor Laut

Sektor kelautan menjadi tumpuan Indonesia masa depan. Foto: swa.co.id

INFONAWACITA – Presiden Joko Widodo kembali menekankan keinginannya untuk mempercepat pembangunan di sektor kelautan. Jokowi yakin Indonesia akan menjadi negara besar jika fokus menggarap laut.

“Sudah sering saya sampaikan, kita meyakini bahwa masa depan kita ada dilaut. Sekali lagi, ada dilaut,” ujar Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pembangunan sektor kelautan di Kantor Presiden, Rabu 15 Juni 2016,” dan kita akan menjadi negara besar kalau kita mampu menjaga dan memanfaatkan potensi kelautan yang sangat besar.”

Rapat terbatas membahas tentang proyek-proyek di bidang kelautan dan perikanan yang selama ini telah menjadi prioritas. Rapat berlangsung dua sesi, sesi pertama membahas tentang kebijakan pembangunan kelautan, sedangkan sesi kedua membahas masalah pembangunan industri perikanan dan kelautan.

Hadir dalam rapat Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhamad Natsir, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Sudirman Said, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakiri, dan Kepala Bappenas Sofyan Djalil.

Presiden menekankan kontribusi sektor kelautan terhadap Produk Domestik bruto masih dibawah 30 persen. Semantara di Jepang sektor kelautan menyumbang 48,5 persen dari PDB atau setara 17.500 miliar dolar Amerika Serikat, sedangkan Thailand yang lautnya hanya sepanjang 2.800 kilometer, ekonomi kelautan mampu menyumbang devisa 212 miliar dolar Amerika Serikat per tahun.

“Dari informasi yang saya dapat potensi ekonomi kelautan Indonesia adalah 1,2 triliun dolar Amerika Serikat dan mampu menampung hingga 40 juta tenaga kerja,” ujar Jokowi. Untuk itulah ia meminta kabinetnya untuk fokus dan mempercepat program-program kerja di sektor kelautan. (RN)