Jembatan yang Direncanakan Tahun 1980-an, Baru Terwujud di Era Presiden Jokowi

Jembatan Petuk di Nusa Tenggara Timur. (foto: Facebook Joko Widodo)

INFONAWACITA.COM – Jembatan yang sudah direncanakan sejak tahun 1980-an akhirnya benar-benar bisa diwujudkan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil jembatan yang sudah selesai sejak Oktober 2017 itu dipamerkan Presiden di halaman resmi Facebooknya pada Senin (22/1/2018).

Foto jembatan yang dinamakan jembatan Petuk itu terletak di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada keterangan foto tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan jika jembatan sepanjang 337 meter di atas lembah itu sudah direncanakan pembangunannya sejak tahun 1980-an.

“Pembangunan Jembatan Petuk sudah direncanakan sejak tahun 1980-an tapi mulai dibangun tahun 2015, menggunakan anggaran tahun jamak sebesar Rp235 miliar,” tulis mantan Wali Kota Solo ini.

Jembatan ini menghubungkan perbukitan di Kecamatan Maulafa. Selain itu pada jembatan tersebut, kata Presiden, ditopang lima pilar beton setinggi 25 sampai 35 meter.

Menurut Presiden Jokowi, dibangunnya jembatan ini  akan dapat memperlancar akses lalu lintas di Kota Kupang khususnya ke Pelabuhan Tenau, Kupang.

“Jembatan ini akan memperlancar akses lalu lintas Kota Kupang ke Pelabuhan Tenau Kupang, maupun ke sejumlah kabupaten di daratan Timor Barat yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka,” jelasnya.

Dihiasi Ornamen Budaya Lokal 

Nantinya, kata Presiden, jembatan ini akan dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT.

Tidak lupa pada keterangannya, Presiden juga membubuhkan sebuah hashtag yang menegaskan jika jembatan tersebut murni milik masyarakat Indonesia. “#IniPunyaKita,”.

Proyek jembatan sendiri menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur yang dikerjakan Presiden. Menurut Presiden, letak geografis Indonesia yang dipisahkan oleh sungai dan lembah membuat jembatan menjadi salah satu cara penghubung akses antarmasyarakat. Dibangunnya banyak jembatan, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga. (DS/yi)