Jelang Natal dan Tahun Baru, Pasokan Energi Dipastikan Aman

INFONAWACITA.COM – Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas M. Fanshurullah Asa memastikan jika kesiapan energi menjelang natal dan tahun baru aman. Pemerintah sudah menambah stok ketahanan energi mulai dari listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG.

Hal ini dijelaskan Fanshurullah dalam konferensi pers Posko Nasional ESDM Persiapan Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yang digelar di Gedung BPH Migas, Jakarta, Senin (18/12).

“Pasokan LPG 3 kg dipastikan aman, per 17 Desember ini pemerintah menambah stok cadangan hingga 16 hari yang mana sebesar 900 metrix ton untuk Natal dan Tahun Baru,” kata Fanshurullah menjelaskan.

Pemerintah dan Pertamina sendiri, kata Fanshurullah, sudah melakukan operasi pasar di daerah Depok, Bogor, dan sebagian Jakarta yang dilakukan sejak awal Desember 2017 lalu.

“Selain untuk pengamanan pasokan LPG 3 kg, operasi pasar juga bertujuan untuk menstabilkan harga LPG 3 kg yang melonjak,” imbuhnya.

Selain LPG, pemerintah juga memastikan jika pasokan listrik aman. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka menjelaskan jika ketika perayaan Natal dan Tahun Baru konsumsi listrik dipastikan akan bertambah khususnya di beberapa tempat wisata seperti di Bali. Oleh karenanya, PLN pun akan memberikan perhatian lebih pada sistem kelistrikan tempat wisata agar tidak terjadi defisit.

“Tentunya perayaan Natal dan Tahun Baru ini kan berbeda dengan perayaan Lebaran, dimana biasanya masyarakat akan memiliki aktivitas berlebih di titik-titik pariwisata,” kata Made dalam konferensi pers.

Menambah Pasokan BBM

Pertamina pun menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Natal dan Tahun Baru. Manager BBM PSO Boy F. Lapian menjelaskan diprediksi konsumsi tertinggi BBM jenis bensin akan terjadi pada tanggal 23 Desember 2017 dengan volume sebesar 114.876 kl atau naik sebesar 26,3 persen dibanding konsumsi normal. Oleh sebab itu Pertamina pun sudah menambah pasokan baik dari Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax turbo untuk Natal dan Tahun Baru.

Boy menjelaskan untuk Premium yang konsumsi normalnya 31.971 kl, Pertamina menambah pasokan menjadi 32.610 kl atau naik sekitar 2 persen untuk persiapan natal dan tahun baru.

Sedangkan jenis Pertalite dari konsumsi normal 42.201 ditambah menjadi 47.430 kl atau naik sekitar 12 persen dan untuk Pertamax, Pertamina menambah pasokan menjadi 17.056 kl dari konsumsi normal yang hanya mencapai 16.000 kl. (DS/yi)