Jelang Lebaran, PMI Pastikan Stok Darah Masih Aman

Stok darah di PMI (Foto: Tempo)

INFONAWACITA.COM –┬áPalang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta mengatakan bahwa saat menjelang lebaran 2018 ini stok darah di PMI tidak banyak namun masih tergolong aman.

Hal ini diungkapakan oleh salah satu petugas pengambil darah PMI DKI Jakarta, Harmanto yang mengatakanbahwa jika pada hari biasa ada 800 hingga 900 kantong darah masuk ke kantornya, maka menjelang Lebaran jumlah yang masuk bahkan tak sampai setengahnya.

“Stoknya menurun sekali kalau menjelang Lebaran itu. Jumlahnya tidak sampai setengah dari jumlah rata-rata hari-hari biasa,” ujarnya.

Hermanto mengatakan berkurangnya stok darah ini dikarenakan jumlah darah yang masuk hanya bergantung pada pendonor sukarela yang langsung mendatangi PMI.

“Saat bulan puasa kegiatan donor darah itu berkurang, makanya stok yang masuk ya berpegang pada pendonor sukarela yang datang ke kantor,” jelasnya seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.com pada Kamis (14/6/2018).

Terkait jumlah pasti ketersedian stok darah di PMI saat ini, Hermanto tidak bisa menyebutkan jumlah pasti. Sebab, menurutnya, jumlah-jumlah tersebut bergerak setiap hari. “Tidak bisa kami rinci, jadi misal hari ini ada 200 kantong, besok bisa bertambah atau berkurang, yang jelas memang ada perbedaan,” kata dia.

Stok darah aman

Meski jumlahnya tak banyak, Hermanto memastikan stok darah menjelang Lebaran cukup aman. Ia menilai tren mendonor darah sebagai gaya hidup masyarakat pun menjadi salah satu faktor terpenuhinya jumlah stok darah di PMI.

“Sekarang kan trennya masyarakat senang donor, ya meski tak banyak, stok kami aman karena pasti ada yang donor sukarela datang ke kantor tiap hari,” ujarnya.

Selain itu, Hermanto menyebutkan bahwa menjelang Lebaran ini masyarakat yang sedang menjalani perawatan medis dan membutuhkan darah biasanya akan membawa langsung keluarganya untuk mendonor. Karenanya, stok yang ada di lemari darah PMI pun tak digunakan untuk pasien-pasien ini.

“Kebanyakan itu yang donor langsung kalau jelang Lebaran. Jadi stok kami tetap tersimpan, karena mereka lebih memilih gunakan darah dari keluarga sendiri,” katanya. (RA/yi)