Jelang Lebaran, Ketua MUI Imbau Dua Hal Ini Tidak Dipolitisasi

Ketua MUI KH Ma'ruf Amin (foto: elshinta.com)

INFONAWACITA.COM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin berharap tak ada teriakan takbir yang dipolitisiasi. Ia juga meminta kepada imam salat Ied Fitri untuk tidak mengambil tema khotbah berbau politik.

“Jangan teriak yang tidak perlu, apalagi menggunakan takbir keliling untuk isu politik, nanti malah berbenturan. Gerombolan ini teriak, nanti muncul gerombolan lain yang tidak setuju, lalu berbenturan,” ujarnya, di gedung MUI Jakarta pada Selasa (11/6/2018).

Menurutnya, nuansa politis itu bisa memicu konflik yang bisa merugikan semua pihak. “Saya harap dilakukan dengan tertib, jangan sampai ada benturan yang menimbulkan konflik,” kata dia.

Cermat memilih tema khotbah

Ma’ruf Amin juga meminta kepada para khatib salat Idul Fitri untuk menjauhi tema khotbah yang bernuansa dan bersuasana politik. Tema-tema tersebut menurut MUI bisa menimbulkan perpecahan antara umat Islam.

“Jangan gunakan khotbah Idul Fitri untuk menyampaikan aspirasi politik, cari tema yang tidak bernuansa politis,” jelas Ma’ruf Amin seperti yang dilansir dari CNNIndonesia.com Rabu (12/6/2018).

Sebaliknya, Ma’ruf menyarankan para khatib lebih baik menyampaikan pesan perdamaian dan persaudaraan serta kewaspadaan melalui khotbah Idul Fitri nanti.

Misalnya dengan menyampaikan pesan kewaspadaan terhadap isu-isu terorisme, narkoba dan minum keras dan perbuatan mungkar lainnya.

“Akan lebih baik saat khotbah, khatib sampaikan perdamaian sisipkan pesan kewaspadaan,” tandasnya. (RA/yi)