Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa Rampung 2019, Ini Perkembangan Terkini

Pekerja menggunakan alat berat melakukan pemadatan di atas areal yang akan dibangun jalur ganda Kereta Api (KA) di Winongo, Kota Madiun, Jatim, Minggu (1/12/2017). (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

INFONAWACITA.COM – Proyek pembangunan jalur rel ganda di Jawa Tengah bagian selatan ditarget selesai pada tahun 2019.

“Jalur rel ganda Purwokerto-Kroya dan Kroya-Kutoarjo diharapkan tahun 2019 beroperasi,” kata Kepala Balai Perkeretaapian Jateng Yuwono Wiarco. di Banyumas, Selasa.

Ia mengatakan pekerjaan jalur rel ganda Purwokerto-Kroya sepanjang 27 kilometer sudah dikerjakan per segmen sehingga tinggal mengerjakan jalur-jalur pendek termasuk beberapa pekerjaan besar seperti pembangunan terowongan di Notog dan Kebasen serta jembatan di Sungai Serayu dan Sungai Logawa.

Sementara untuk pekerjaan jalur rel ganda Kroya-Kutoarjo sepanjang 76 kilometer baru mencapai sekitar 30 persen karena baru berjalan sekitar tiga hingga empat bulan dan ada pekerjaan besar berupa pembangunan terowongan di Ijo, Kabupaten Kebumen.

Selain itu, pembangunan jalur rel ganda Solo-Kedungbanteng sepanjang 52 kilometer ditarget selesai pada tahun 2018.

“Purwokerto-Kroya ditargetkan selesai dalam empat bulan ke depan karena untuk terowongan dan jembatan belum selesai, masih tersisa satu tahun lagi,” katanya.

Yuwono mengakui dalam proyek pembangunan jalur rel ganda Kroya-Kutoarjo terdapat hambatan berupa genangan air saat hujan di daerah Butuh, Kabupaten Purworejo.

Menurut dia, genangan air tersebut lama surutnya sehingga pekerjaan penimbunan tanah di lokasi bakal jalur rel dilakukan setelah surut.

“Jadi begitu surut, kami kerja maksimal. Kemarin waktu hujan, untuk timbunan karena tidak bisa dikerjakan, kami melakukan pembersihan dulu, persiapan bikin jembatan, bikin ‘box culvert’, jadi bukan terus tidak bekerja,” katanya.

Surat Berharga Syariah Negara

Ia mengatakan seluruh pekerjaan pembangunan jalur rel ganda di Jateng selatan menelan dana lebih kurang Rp2 triliun pada tahun 2017 dan sekitar Rp3 triliun pada tahun 2018 yang dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Menurut dia, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk proyek pembangunan jalur rel kereta api Bandara Adi Soemarmo di Surakarta pada tahun 2018.

Pejabat Pembuat Komitmen Jalur Ganda Cirebon-Kroya (Cikro) Yofi Okadriza mengatakan pekerjaan jalur rel ganda Cikro masih menyisakan segmen Purwokerto-Kroya sepanjang 27,2 kilometer.

“Ini merupakan segmen terberat, makanya disentuh terakhir sekali karena ada dua jembatan panjang dan terowongan,” katanya. (ANT/HG)