ITB Buka Layanan Vaksin Difteri untuk Masyarakat Umum

Anti Difteri Serum (foto: beritasatu)

INFONAWACITA.COM – Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka layanan vaksin difteri bukan hanya untuk civitas akademika dan tenaga kependidikan saja namun juga terbuka untuk masyarakat umum.

Pengumuman dibukanya layanan vaksin difteri ini disampaikan oleh Kasubdit Humas dan Publikasi ITB, Fivien Nur Savitri. “Layanan ini terbuka untuk umum. Pegawai tidak hanya dapat mengikutsertakan anak ataupun keluarga inti, bahkan tetangga pun juga boleh,” ujar Fivien.

Setiap orang akan dikenakan biaya sebesar Rp75 ribu sampai dengan Rp230 ribu  tergantung jenis vaksin yang diberikan.

“Biaya tersebut merupakan tarif minimal untuk pembelian bahan baku vaksin, bahan medis, dan layanan penyuntikan. Biaya ini lebih rendah daripada institusi lain sekitar ITB,” lanjut Fivien seperti yang dilansir dari jabarprov.go.id, Jumat (5/1/2018).

ITB saat ini menyediakan vaksin difteri untuk 100 orang setiap harinya. Sudah ada sekitar 40 hingga 50 orang yang mendapatkan vaksin per hari di Klinik Bumi Medika Ganesa (BMG) ITB.

“Pemberian Vaksin ini untuk membantu pemerintah memutus semaksimal mungkin rantai penyebaran penyakit difteri terutama di lingkungan kampus kami dan masyarakat sekitar,” tambah Fivien.

Cegah penularan difteri 

Sejauh ini belum ada laporan mengenai mahasiswa atau pegawai ITB yang terkena penyakit difteri.

Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Cornebacterium Diphtheria. Bakteri ini menyerang saluran pernapasan hingga menyebabkan infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan.

“Penderita difteri pada umumnya akan mengalami sakit kepala, sulit bernapas, batuk, suara serak, sakit tenggorokan karena sulit menelan, demam, cepat lelah atau lemas, hidung beringus cair yang kemudian lambat laun berubah menjadi kental dan berdarah,” ujar Inshe Melori dari klinik Bumi Medika Ganesa ITB.

Terdapat tiga kategori untuk setiap jenis vaksin difteri yang disediakan di Bumi Medika Ganesa ITB, yaitu Vaksin Td untuk anak diatas 12 tahun, Vaksin DT atau Pentagio untuk anak 5 sampai dengan 7 tahun, dan Vaksin DPT untuk anak rentang usia 2 bulan hingga 5 tahun. (RA/yi)