Investasi Domestik Menggeliat Tembus Rp 102,6 triliun

Foto : liputan6.com

INFONAWACITA – Investasi dalam negeri mengalami kenaikan menjadi Rp 102,6 triliun pada semester pertama tahun 2016 dari Rp 85,5 triliun pada periode sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan investasi domestik tengah menggeliat.
Menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kenaikkan tersebut terealisasi di 5 sektor utama yakni industri makanan, transportasi, gudang dan telekomunikasi, tanaman pangan dan perkebunan, industri mineral non logam, dan industri kimia dasar barang kimia dan farmasi.
“Jika secara keseluruhan digabung, industri berkontribusi Rp 50,7 triliun atau 49,5 persen dari total PMDN,” kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di Jakarta, Jumat (29/07/2016).
Namun kondisi itu berbanding terbalik dengan penanaman modal asing yang turun secara persentase menjadi Rp 195,5 triliun (65,6 persen) pada semester pertama 2016 dibanding Rp 174,2 triliun (67,1 persen) pada periode sebelumnya.
Realisasi PMA tersebut tersebar di 5 sektor utama, yakni industri kertas, industri logam dasar, industri kimia dasar, industri alat angkutan dan transportasi serta industri makanan.
Sementara lima negara teratas yang menanamkan modal terbesar di Indonesia sepanjang semester I 2016 yaitu Singapura, Jepang, Hong Kong, China dan Belanda.
Menurut Lembong, PMDN menjadi indikator penting perkembangan investasi nasional karena akan memberikan kepercayaan asing atas iklim investasi yang mendukung.
“Investor asing akan melihat dulu, orang Indonesia investasi enggak? Kalau orang Indonesia tidak berani investasi, orang asing juga enggan,” kata Lembong.
Jika dihitung secara keseluruhan, realisasi investasi semester pertama 2016 mencapai Rp 298,1 triliun atau 50,1 persen dari target investasi nasional sebesar Rp 594,8 triliun. (TN)