Ini Pesan Psikologis di Balik Busana Kasual Presiden Jokowi

Presiden Jokowi menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Selasa (2/1/2018). (Foto: KOMPAS.com/Ihsanuddin)

INFONAWACITA.COM – Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sudjito menilai jika ada maksud tertentu dibalik Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan kaus dalam peresmian kereta api bandara pada Selasa (2/1/2018) lalu.

Arie menuturkan ada pesan yang ingin disampaikan mantan Wali Kota Solo itu kepada publik melalui busana yang dipakainya saat peresmian.

“Dia ingin buat pesan supaya kereta ini tidak terkesan fasilitasi elit saja, maka secara simbolik dia ingin bangun komunikasi ke publik bahwa transportasi itu harus bisa dijangkau semua kelas sosial,” kata Arie seperti dikutip dari CNNIndonesia.com pada Rabu (3/1/2018).

Sehingga, kata Arie, Jokowi ingin menunjukkan jika kereta api bandara ini dapat menjadi penopang kebutuhan masyarakat. Pasalnya, busana kasual yang dikenakan Jokowi dapat menimbulkan efek pskilogis yang berbeda jika mantan Gubernur DKI itu memilih menggunakan jas ataupun pakaian formal lainnya.

“Masa naik kereta pakai jas? Yang penting kan presiden hadir meresmikan, itu suasana psikologisnya akan berbeda,” ujar Arie memaknai kembali pernyataan Jokowi saat ditanya wartawan alasannya memakai kaus.

Akan Lebih Sering Pakai Busana Kasual

Ke depan, Arie pun memprediksi Jokowi akan tetap membuat kejutan dengan tampil kasual dalam beberapa acara. Namun, menurutnya, bagaimana pun Jokowi akan tetap menyesuaikan pakaiannya dengan acara yang dihadiri.

“Kalau memang forumnya bisa dibuat santai ya kenapa enggak. Memang karakter itu yang ingin dibangun Presiden Jokowi,” ucapnya.

Seperti diketahui pada peresmian kereta bandara Selasa lalu Presiden Jokowi menggunakan kaus merah berlengan panjang dipadukan dengan sepatu snikers dan celana jins. Presiden RI ke-7 itu nampak kontras dengan pejabat lainnya yang menggunakan batik formal ketika menemani Presiden meresmikan kereta api bandara. (*/DS/yi)