Ini Langkah Presiden Cegah Broker Alutsista

militaryparitet.com

INFONAWACITA – Menghindari potensi penggelembungan anggaran, Presiden Joko Widodo berharap pengadaan alat utama sistem pertahanan dilakukan melalui kerja sama pemerintah dengan pemerintah atau G to G.

Menurut Presiden, mekanisme G to G dianggap memperkuat pakta integritas membentuk zona toleransi nol terhadap praktik-praktik korupsi. “Untuk memangkas apa? Untuk memangkas broker, memangkas perantara yang saya kira di situ ada kecenderungan mark-up harga,” kata Jokowi beberapa waku lalu.

Presiden juga menegaskan setiap pembelian alutsista harus selalu memperhitungkan daur hidup alutsista yang ada, minimal untuk 20 tahun ke depan. Selama ini, kata Presiden banyak negara-negara lain yang menginginkan kerja sama dengan pemerintah Indonesia melengkapi kebutuhan alutsista TNI.

Ditekankan Presiden, kerja sama itu harus menguntungkan kepentingan Indonesia, terutama menyangkut soal transfer teknologi. Trasnfer teknologi itu sekaligus bisa dimanfaatkan untuk realokasi fasilitas produksi dari negara produsen ke Indonesia yang berarti masuknya investasi dari sektor pertahanan.

“Silakan dihitung, silakan dikalkulasi mana yang memberikan keuntungan kepada kepentingan nasional kita baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” kata Jokowi. [KG]