Ini Jurus Mentan Hapuskan Musim Paceklik dan Impor Pangan

INFONAWACITA – Pemerintah melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya berusaha menghapus musim paceklik di Indonesia. Caranya dengan menanam langsung setelah memanen padi.

“Rencananya selesai panen langsung kita tanam. Kita turun langsung bulan Juli – September karena ini jatuhnya panen Desember – Februari. Kalau Juli – September luas tambah tanamnya kecil, panennya jadi paceklik. Kita target 3 bulan ke depan minimal 1 juta hektare per bulan” tutur Amran di Jepara, Kamis (14/7).

Soal La Nina akan menjadi berkah tersendiri bagi petani dan juga Kota Jepara. Kota ini dipersiapkan menjadi lumbung pangan dan jagung. Bagi Amran, yang penting ada lahan tersedia, maka pihaknya akan menyediakan bibit hingga 10 ribu hektare benih gratis dan pupuk herbisida.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah memberikan sejumlah bantuan kepada petani Jepara seperti peralatan dan mesin. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.

Amran yakin dengan gagasannya itu Indonesia bisa berdaulat secara pangan, terlebih negeri ini disebut besar dan kaya. Ditambah dengan tanam lahan seluas 1,2 juta hektare secara nasional dan serap gabah naik sebanyak 1,13 juta ton gabah kering panen di Jawa Tengah, maka dipastikan Indonesia tidak ada lagi kebijakan impor. [KG]