Ini Isi Surat yang Ditulis Iriana Jokowi di Osaka

INFONAWACITA.COM – Pertemuan G20 di Osaka, Jepang ternyata masih menyisakan banyak cerita. Bukan cuma Presiden Joko Widodo (Jokowi), istrinya Iriana Jokowi juga menjadi sorotan.

Hal itu lantaran Iriana membawa pesan tertentu di acara yang juga dihadiri para istri pemimpin dunia.

Bersama istri-istri pemimpin dunia seperti Briggite Macron (istri Presiden Prancis Emmanuel Macron), Sophie Trudeau (istri PM Kanada Justin Trudeau), dan Akie Abe (istri PM Jepang Shinzo Abe) menuliskan harapan di secarik kertas berbentuk ikan.

Tidak terkecuali dengan Iriana Jokowi. “Mari lestarikan laut kita demi anak cucu,” ungkap akun twitter @kkpgoid pada Senin (1/7/2019) yang diretweet oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

 

Bukan hanya itu, di depan para pemimpin dunia, Iriana juga menyampaikan komitmen serius Indonesia dalam melestarikan laut.

Ia memastikan, pelestarian laut Indonesia bukan hanya sekedar wacana.

“Melalui berbagai kebijakan, KKP terus mendorong visi misi pemerintah dlm mewujudkan #LautMasaDepanBangsa. Hal ini pun disampaikan Ibu Negara RI dalam pesan singkatnya pada Simposium Ocean a Precious Resources for Our Lives di Jepang,” tulis akun resmi KKP tersebut.

 

Seperti diberitakan setkab.go.id Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana bertolak ke Osaka, Jepang untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara yang tergabung dalam Group 20 (G-20), di Osaka, Jepang, yang diselenggarakan 28-29 Juni 2019.

Kepala Negara beserta rombongan berangkat dari Bandar Udara (bandara) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada hari Kamis (27/6) malam, dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Adapun kelompok negara-negara Grup 20 atau disingkat G20 dibentuk pertama kali pada pertemuan G7 di Berlin, Jerman pada tahun 1999.

Pada bulan September tahun 2008, KTT G20 pertama kali digelar di Washington, Amerika Serikat yang dihadiri oleh 20 (dua puluh) kepala negara.

Negara-negara tersebut di antaranya adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Afrika Selatan, dan anggota Uni Eropa.

Harapan dengan diaktifkannya pertemuan G-20 adalah untuk menghindarkan dunia dari krisis global yang menjalar seperti yang terjadi tahun 1997-1998 dan 2007-2008.