Ini Harapan Mantan Pebulu Tangkis Dunia terhadap Pembibitan di SKO Ragunan

Luluk Hadiyanto (kiri) bersama Sigit Budiarto (tengah) dan Stewart Henry saat memandu sebuah siaran kejuaraan bulu tangkis di televisi swasta. (foto: Infonawacita.com/YI)

INFONAWACITA.COM – Bulu tangkis telah menjadi cabang olahraga yang diandalkan Indonesia di kejuaraan tingkat dunia. Kendati demikian, pencarian bibit-bibit atlet masa depan harus terus dilakukan.

Pelatih bulu tangkis Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan Luluk Hadiyanto mengharapkan kuota siswa yang mengambil disiplin bulu tangkis di fasilitas milik negara tersebut ditambah.

“Harapan saya, jika bisa, kuota pebulu tangkis ditambah sehingga bibit-bibit pebulu tangkis semakin banyak,” katanya di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Pembibitan bulu tangkis tak hanya bisa mengandalkan klub mengingat begitu besarnya potensi yang dimiliki Indonesia.

“Sedangkan masyarakat bulu tangkis kan banyak dan tidak tertampung di klub-klub. Padahal jika dibuka kesempatan lebih besar, saya yakin bisa banyak muncul bibit-bibit baru pebulu tangkis Indonesia,” ucap Luluk.

Menurut Luluk, saat ini hanya empat klub bulu tangkis yang konsisten membina pemain muda di Indonesia yakni PB Djarum, Mutiara Cardinal, Jaya Raya dan Exist.

Kuota dibatasi

SKO Ragunan memang merekrut pemain-pemain berprestasi yang berasal dari klub-klub kecil di seluruh Indonesia. Selain itu, Luluk juga turun langsung mencari pemain di berbagai kejuaraan di daerah.

Akan tetapi, hingga saat ini, lanjut Luluk, di SKO Ragunan pebulu tangkis dibatasi 10 putra dan 10 putri. Itupun berasal dari berbagai angkatan mulai kelas satu tingkat SMP hingga dua SMA sehingga menyulitkan dalam pembentukan para pemain tersebut.

“Inilah kadang jika dengan keterbatasan ini kita mau menspesialisasikan agak kesulitan. Lalu ketika satu pemain lulus ada jeda angkatan di bawahnya, ini sayang karena kita tidak bersaf,” ujar mantan pemain nasional tersebut.

“Menurut saya idealnya kuota pemain tersebut antara 28 hingga 36 pemain sehingga berkelanjutan juga pembinaan ini,” ucap Luluk yang kerap menjadi komentator pertandingan di televisi swasta ini.

Penyumbang pemain pelatnas

Diketahui, SKO Ragunan kerap menyumbangkan beberapa pemain bulu tangkis ke Pelatnas Cipayung, termasuk legenda nasional Susi Susanti.

Saat ini beberapa nama kembali masuk ke pelatnas pratama Cipayung, seperti Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dari sektor ganda serta Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di sektor tunggal. Nama terakhir bahkan dianugrahi oleh klub yang mengontraknya, PB Djarum Kudus, sebagai pemain muda terbaik 2017 dan dihadiahi bonus deposito Rp25 juta.

“Harapannya ke depan ada lagi pemain-pemain seperti mereka. Dalam dua hingga tiga tahun lagi mudah-mudahan putri mulai ada yang fenomenal,” kata Luluk yang pernah menjadi pemain ganda putra rangking satu dunia itu. (*)