Ini Alasan Pemerintah Reaktivasi Jalur Rel Rangkasbitung-Saketi-Labuan

Jalur non aktif Rangkasbitung-Labuan. foto: irps.co.id

INFONAWACITA.COM – Pemerintah berjanji akan serius penanganan reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Saketi-Labuan sepanjang sekitar 56,45 kilometer.

Diperkirakan pada 2021 kereta api jalur Rangkasbitung-Saketi-Labuan yang sudah puluhan tahun berhenti tersebut, akan kembali beroperasi.

Setelah selesai operasionalisasi jalur tersebut, akan kembali dilanjutkan hingga ke Panimbang untuk mendukung jalur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang dan juga ke Bayah di Kabupaten Lebak.

“Tahun ini kita mulai dari pembebasan lahan, kita bersihkan kembali dan merelokasi warga yang tinggal di bekas rel. Mungkin pekerjaannya selesai dalam satu tahun ke depan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Revri Aroes di Serang, Rabu (31/1/2018).

Baca Juga: ( Dukung Bandara Kulon Progo, DIY Akan Wacanakan Pembangunan LRT )

Ia mengatakan, setelah pembebasan lahan dan relokasi warga, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi rel yang akan dimulai pada 2019 setelah selesai pembebasan lahan.

Kesadaran Masyarakat

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur rel kereta api tersebut memiliki kesadaran untuk pindah ke tempat lain dalam kaitannya pelaksanaan pembebasan lahan guna mendukung program pemerintah.

Dengan demikian, keberadaan rel kereta api tersebut yang merupakan sarana transportasi massal bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mendukung pembangunan di wilayah Banten Selatan.

Baca Juga: ( Tahun Ini PT INKA Siap Lebarkan Sayap Pemasaran Hingga ke Afrika )

“Sehingga diharapkan mulai 2020 (reaktivasi KA) sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena akan ada pusat-pusat pengembangan dan pertumbuhan ekonomi baru di sana,” kata dia. (ANT/HG)