Ini 5 Sikap MUKI Terkait Tindakan Kekerasan di Gereja Santa Lidwina

Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, yang mendapat serangan. (Foto: Twitter/@prastow)

INFONAWACITA.COM – Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) menegaskan untuk lebih membangun lagi kebersamaan dan kerukunan umat beragama. Terlepas darii terjadinya tindakan kekerasan di Gereja Santa Lidwina, Yogyakarta pada Minggu (11/2/2018) kemarin.

“Tindakan itu juga telah mencoreng ke-Bhinneka-an, toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” demikian pernyataan MUKI seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Infonawacita pada Senin (12/2/2018).

MUKI juga melanjutkan, kejadian itu sangat memprihatinkan karena terjadi sehari setelah penutupan acara Musyawarah Besar Tokoh Lintas Agama dan Kepercayaan se-Indonesia. Dimana telah menghasilkan rekomendasi yang salah satu diantaranya adalah perlu jaminan terciptanya stabilitas dan kerukunan umat beragama.

“Peristiwa penyerangan dan pembubaran kebaktian atau ibadah di Sleman Yogyakarta tanggal 11 Februari 2018 adalah salah satu bentuk dari upaya-upaya untuk mencabik-cabik ke-Bhinneka-an. Lalu pada akhirnya, membenturkan kelompok-kelompok umat beragama di Indonesia,” lanjut keterangan resmi dari MUKI.

Mencermati kejadian-kejadian intoleransi bernuansa keagamaan itu, MUKI menegaskan untuk ditangkal oleh seluruh rakyat Indonesia.

“(Salah satu caranya-red) Dengan tidak memberi ruang gerak dan kesempatan bagi pelaku-pelaku intoleran muncul di tengah-tengah masyarakat yang dapat merusak ke-Bhinneka-an,” tegas keterangan resmi dari MUKI.

Untuk itu, Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) sebagai organisasi kemasyarakat dari umat Kristen menyatakan 5 pernyataan sikapnya.

Jemaah Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, berkumpul di luar Gedung Gereja. (Foto: Twitter/@prastow)
1. Mengecam Aksi yang Merusak ke-Bhineka-an

MUKI mengecam segala bentuk aksi kekerasan dan intoleransi yang merusak kebhinnekaan di Indonesia. Dalam hal ini aksi kekerasan penyerangan Gereja yang baru saja terjadi di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sri Sultan HB X saat menjenguk Romo Prier.
(Foto: Dok. Humas Pemda DIY)
2. Turut Berduka Terhadap Para Korban

MUKI turut berduka atas adanya korban luka-luka. Baik Pastor yang memimpin misa, umat Katolik yang sedang beribadah hingga aparat kepolisian.

Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, yang mendapat serangan pada Minggu (11/2/2018) pagi. (Foto: Twitter/@prastow)
3. Ajak Melawan Kekerasan dan Intoleransi

MUKI mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melawan segala bentuk kekerasan dan intoleransi yang merusak ke-Bhinneka-an. Dengan bergandengan tangan dalam kebersamaan, berdoa dan mempercayakan kepada Tuhan atas seluruh peristiwa yang sudah terjadi. Serta memohon senantiasa perlindungan-Nya.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo bersama Kabareskrim Mabes Polri Irjen Pol. Ari Dono Sukmanto dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Foto: kbr.id/Eka Juniari)
4. Dukung Langkah Pemerintah dan Aparat Berwenang

MUKI mendukung sepenuhnya tindakan pemerintah dan aparat keamanan. Khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengambil tindakan tegas. Dengan membasmi pelaku-pelaku kekerasan, kelompok-kelompok intoleran sampai ke akar-akarnya. Agar peristiwa serupa tidak terulang lagi dan Indonesia tetap aman sentosa.

Buya Syafii Ma’arif datangi Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Foto: Twitter/@prastow).
5. Bangun dan Tata Ulang Kebersamaan Serta Kerukunan Umat

MUKI menyerukan membangun dan menata ulang kebersamaan dan kerukunan umat beragama. Agar dapat tercipta stabilitas, tercapainya tujuan dan cita-cita Nasional yaitu masyarakat yang adil dan beradab.