Ini 5 Daftar Program Untuk Segera Dieksekusi Pemerintah Pada 2018

Presiden Jokowi mendengarkan laporan Seskab sebelum memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1) siang. (Foto: JAY/Humas).

INFONAWACITA.COM – Memasuki awal 2018, pemerintah langsung menggelar rapat kabinet. Seluruh menteri hadir di Istana Negara, Jakarta, Rabu (03/01) kemarin.

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan para Kabinet Kerjanya. Termasuk juga program-program yang mesti segera dieksekusi pada 2018 ini.

Apa saja? Yuk telusuri 5 daftarnya.

1. DIPA Telah Diserahkan, Buang Kebiasaan Lama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2018 sudah ia serahkan. Tentunya kepada para menteri dan pimpinan lembaga pada akhir tahun 2017 lalu. Karena itu, Presiden meminta agar seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) segera mengeksekusi program dan kegiatan kerja yang telah direncanakan.

“Sekali lagi saya ingin mengulangi, jangan sampai kebiasaan-kebiasaan lama yang business as usual, yang rutinitas, yang monoton. Itu harus kita buang,” pesan Kepala Negara, seperti dikutip dari setkab.go.id pada Kamis (04/01).

Presiden meminta para pimpinan K/L harus menjadikan tahun 2018 itu betul-betul sebuah kerja yang dimulai sejak awal, sehingga diharapkan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan bisa dituntaskan.

2. Besaran Anggaran DIPA 2018

Dalam arsip www.setkab.go.id tercatat, DIPA untuk 86 K/L pada Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp Rp847,4 triliun. Lalu transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp766,2 triliun.

DIPA itu telah diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada pimpinan K/L di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Tepatnya pada Rabu, 6 Desember 2017 silam.

3. Peningkatan Investasi SDM

Dalam bagian lain pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna itu, Presiden menyampaikan juga keinginannya. Ia menginginkan agar di 2018 ini, pemerintah memberikan perhatian pada peningkatan investasi sumber daya manusia (SDM).

“Jumlah penduduk kita 250 juta. 60 persen diantaranya adalah anak-anak muda. Bonus demografi ini harus menjadi kekuatan dan peluang kita. Melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang sudah mulai kita jalankan sejak tahun 2017,” jelas Presiden.

4. Perbaikan Piramida Kualifikasi Tenaga Kerja

Presiden juga menekankan, pemerintah harus terus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja. Agar menjadi tenaga yang terlatih yang terampil. Sehingga bisa terserap semuanya oleh industri-industri.

“Kita ingin keahlian, keterampilan yang diajarkan di sekolah-sekolah vokasi harus benar-benar sambung dengan dunia kerja. Dengan kebutuhan industri,” kata Presiden.

5. Tenaga Kerja Berpendidikan SD Dan SMP Juga Jadi Perhatian Pemerintah

Presiden juga meminta para menteri Kabinet Kerja agar tidak melupakan calon tenaga kerja yang saat ini mayoritas masih berpendidikan SD dan SMP. Untuk di-upgrade, diperbaiki.

“Kita tingkatkan kompetensinya. Misalnya melalui program pelatihan kerja, pemagangan, program sertifikasi yang juga sudah kita mulai. Tapi perlu kita perluas sesuai kebutuhan industri-industri kita,” ungkap Presiden Jokowi.