Ini 4 Poin Utama Inpres Percepatan Industri Farmasi dan Alkes

ilustrasi

INFONAWACITA – Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inpres ini diterbitkan untuk mempercepat kemandirian peningkatan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan.

Inpres Nomor 6 Tahun 2016 yang ditandatangani tanggal 8 Juni 2016 tersebut menyebut empat poin utama sebagai tujuannya.

Pertama, menjamin ketersediaan sediaan farmasi dan alat kesehatan sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional.

Kedua, meningkatkan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri dan ekspor. Tujuan ketiga, mendorong penguasaan teknologi dan inovasi dalam bidang farmasi dan alat kesehatan. Dan terakhir adalah mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat, obat, dan alat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor serta memulihkan dan meningkatkan kegiatan industri dan utilisasi kapasitas industri.

Dalam Inpres itu, Presiden secara khusus memerintahkan kepada Menteri Kesehatan menyusun rencana aksi pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan, memfasilitasi pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan ke arah biopharmaceutical, vaksin, natural, dan Active Pharmaceutical Ingredients (API) kimia.

Menkes juga harus mendorong dan mengembangkan penyelenggaraan riset dan pengembangan sediaan farmasi dan alat kesehatan dan memprioritaskan penggunaan produk sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam negeri melalui e-tendering dan e-purchasing berbasis e-catalogue. [TN]