Ini 2 Opsi Pemerintah Antisipasi Penyanderaan

INFONAWACITA – Untuk mencegah pembajakan dan penyanderaan di perairan Filipina yang terus berulang, pemerintah Indonesia setidaknya telah menyiapkan dua langkah antisipasi. Kedua opsi tersebut adalah menempatkan personel bersenjata yang akan melakukan pengawalan selama pelayaran dan penetapan jalur aman.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai menghadiri tingkat menteri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Kamis [14/7/2016] mengatakan kedua opsi tersebut sesuai dengan aturan International Maritime Organization (IMO).

Nantinya penempatan personel bersenjata diprioritaskan pada kapal pengangkut batu bara berukuran kecil atau kapal tunda. Prioritas itu diputuskan karena kapal tunda dinilai berpotensi lebih besar mengalami pembajakan dibanding kapal pengangkut berukuran besar.

Sedangkan untuk penentuan jalur aman, Retno mengatakan, masih menunggu hasil pertemuan antara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dengan Menhan Malaysia dan Filipina. Selain penetapan kedua opsi tersebut, pemerintah juga sedang menyiapkan rencana patroli bersama terkoordinasi dengan Malaysia dan Filipina berdasarkan kesepakatan trilateral yang sebelumnya sudah dibuat antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. [TN]