Ingat PNS yang Sebut Teror Bom sebagai Rekayasa Pemerintah? Begini Perkembangannya

Ilustrasi (Foto: thewillnigeria.com)

INFONAWACITA.COM – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial FSA yang menyebut aksi terorisme merupakan rekayasa dipastikan akan diberhentikan sementara oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kayong Utara tinggal menunggu surat resmi penahanan dari pihak Kepolisian.

“Akan diberhentikan sementara karena statusnya baru tersangka, bukan terpidana,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kayong Utara Romi Wijaya seperti dikutip dari Kompas.com pada Jumat (18/5/2018).

Sudah Berstatus Tersangka

Kepala Sekolah sebuah SMP di Kabupaten Kayong Utara FSA memang telah ditetapkan tersangka oleh Polda Kalimantan Barat. Penetapan tersangka tersebut lantaran FSA terbukti menyebarkan berita bohong dengan menyebut aksi teror bom di Surabaya merupakan rekayasa pemerintah.

Status Facebook tersebut kemudian viral di media sosial. Atas perbuatan tersebut, FSA dijerat dengan Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan dan langsung kita naikkan statusnya sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo seperti dikutip dari Tribunnews.com pada Kamis (17/5/2018).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, FSA langsung ditahan di Mapolda Kalimantan Barat. (DS/yi)

Baca juga: Menteri Agama Akui Istri Terduga Teroris di Sidoarjo Beristrikan PNS Kemenag, Akan Ambil Langkah Ini