Indonesia Siap Wujudkan Pertahanan Indonesia untuk Jadi Kekuatan Ekonomi

(ki-Ka) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendra Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana Ade Supandi. (Foto: Biro Setpers).

INFONAWACITA.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan siap bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan TNI. Terutama untuk bisa bersama-sama membangun secara solid pertahanan dan keamanan Indonesia.

Menurutnya, Kekuatan Pokok Minimum atau lebih dikenal dengan sebutan Minimum Essential Force (MEF) Indonesia dirasakan masih tertinggal. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan negara lainnya. Dimana alokasi anggaran belanjanya tertinggi di antara Kementerian/Lembaga lainnya.

Oleh karena itu, Menkeu menghimbau agar Kementerian Pertahanan dan TNI dapat memberi arahan yang lebih fokus. Terkait strategi pertahanan dan keamanan di masa depan. Tujuannya agar Kemenkeu dapat mendesain anggaran yang sesuai dengan kebutuhan negara.

“Saya sebetulnya mengharapkan, mestinya Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI bisa menyampaikan arah yang lebih firm. Mengenai strategi pertahanan keamanan ke depannya. Sehingga kita juga bisa menganggarkan dan mendukung perencanaan anggaran. Dengan tata kelola yang baik. Mengingat, pada akhirnya, itu adalah kebutuhan suatu negara,” kata Menkeu, seperti dikutip dari laman kemenkeu.go.id pada Sabtu (13/01).

Penyaluran Anggaran

Menkeu menjelaskan, dalam hal penyaluran anggaran kepada Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan memiliki berbagai macam pilihan. Seperti cara langsung maupun suntikan modal kepada BUMN strategis yang berhubungan dengan militer. Seperti PT Pindad, PT PAL dan PT Dirgantara.

“Ada channel yang langsung menjadi anggarannya Kementerian Pertahanan. Tapi juga ada melalui channel injeksi modal kepada BUMN strategis yang menghasilkan barang-barang security. Atau barang-barang yang berhubungan dengan kemiliteran. Seperti PT Pindad, PT PAL serta PT Dirgantara itu mendapatkan injeksi modal. Sehingga mereka mampu untuk terus meningkatkan kemampuan industri strategis,” jelasnya.

Tantangan Pertahanan dan Keamanan Indonesia ke Depan

Menkeu juga menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara anggota G-20 yang memiliki size ekonomi di atas 1 triliun US Dollar. Untuk itu, berpotensi akan menjadi negara dengan size ekonomi terbesar ke-5 di dalam 20 tahun ke depan. Dengan size ekonomi itu, penduduk semakin besar dan dengan geografi yang sangat luas, Indonesia harus mampu memiliki pertahanan dan keamanan yang baik.

“Strategi seperti ini sangat dibutuhkan. Sehingga kami di Kementerian Keuangan juga mampu untuk menjaga kebutuhan 10 tahun ke depan. Seperti apa, alutsista berapa, dari manpowernya berapa dari sisi pertahanan keamanan,” papar Menkeu.

Untuk itu, Menkeu ingin kerjasama yang baik antara Kemenhan, TNI. Bentuknya, dalam proses penganggaran untuk merealisasikan cita-cita menjadi kekuatan ekonomi yang besar. Dengan perlengkapan pertahanan kemanan yang memenuhi, paling tidak, Minimum Essential Force (MEF).

“Saya ingin menitipkan bahwa dalam proses, jika ingin memenuhi Minimum Essential Force (MEF) untuk meningkatkan anggaran ini sesuai dengan, paling tidak sama dengan negara-negara di sekitar kita, maka kita perlu untuk membuat perencanaan penganggaran yang baik. Kami siap untuk bersama-sama dari Kementerian Pertahanan dan TNI untuk secara bersama membantu merealisir itu,” pungkasnya.