Indonesia Ingin Jadi Bagian Pembangunan di Afrika, Ini Penjelasan Menlu

Menlu Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Jokowi menerima Menlu Tunisia Khemaies Jhinaoui, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12). (Foto: Humas/Rahmat)
Menlu Retno Marsudi usai mendampingi Presiden Jokowi menerima Menlu Tunisia Khemaies Jhinaoui, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12). (Foto: Humas/Rahmat)

INFONAWACITA.COM – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pembukaan Forum Indonesia-Africa (Indonesia-Africa Forum/IAF) menyampaikan kepada para perwakilan negara Afrika bahwa Indonesia ingin berperan dan menjadi bagian dari pembangunan di negara-negara Afrika.

“Indonesia ingin menjadi bagian dari pembangunan di Afrika, dan sebaliknya Indonesia ingin Africa menjadi bagian dari pembangunan di Indonesia,”ujar Menlu Retno Marsudi di Nusa Dua Bali Convention Center pada Selasa (10/4/2018).

Menlu RI mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mempelajari Visi Afrika 2063 dan memantau kemajuan dari Benua Perdagangan Bebas Afrika (Africa Free Trade Continent).

Baca Juga: Indonesia dan Afrika Diprediksi Akan Kuasai Ekonomi Dunia

Menurut Menlu Retno, pameran yang diadakan di sela-sela Forum Indonesia-Afrika itu akan sekilas menampilkan banyaknya potensi yang bisa dikembangkan melalui kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika.

“Terima kasih banyak atas partisipasi anda dalam forum ini. Silakan manfaatkan forum ini untuk mengembangkan semua potensi dan kemungkinan kerja sama ekonomi diantara kita” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan IAF pada Selasa (10/4) akan diadakan beberapa panel diskusi antara Indonesia dengan negara-negara Afrika tentang pembuatan kebijakan dan perspektif terkait topik-topik strategis, seperti diplomasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, inisiatif fasilitas pembiayaan, transformasi digital, kerja sama industri strategis.

Selanjutnya, pada hari kedua IAF yakni Rabu (11/4) akan diadakan Forum Bisnis Indonesia-Afrika untuk mendiskusikan topik-topik penting, seperti konektivitas, ekonomi digital, pertanian, usaha kecil dan menengah (UKM), Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, serta masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Afrika.

Baca Juga: Pemerintah Dalami Lagi Penelusuran Jejak Ulama Nusantara di Tanah Afrika

Berdiskusi dan Bertukar Pikiran

Sepanjang forum tersebut, para menteri, pejabat tinggi, CEO, bankir, dan pemimpin Kamar Dagang dan Industri dari Indonesia dan negara-negara Afrika akan berdiskusi dan bertukar pikiran.

“Saya senang bahwa sejumlah BUMN Indonesia berpartisipasi dalam forum ini, termasuk Pertamina, PT Inka, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT TIMAH, dan banyak lainnya,”ucap Menlu Retno.

Menlu RI juga menyambut para CEO dan perwakilan bisnis dari Afrika, termasuk Ethiopian Airlines, Topwide Ventures Limited, Africa Export-Import Bank, Amirco Commercial Service.

IAF merupakan acara yang diadakan untuk pertama kalinya oleh pemerintah Indonesia sebagai dasar/platform untuk mendorong kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

IAF sejalan dengan dorongan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera memasuki pasar-pasar nontradisional, terutama Afrika.

Pemerintah RI berupaya untuk mengonversi kedekatan hubungan politik Indonesia dengan negara-negara Afrika menjadi kedekatan hubungan ekonomi. (ANT/HG)