Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Naik Pesat

Twitter.com

INFONAWACITA – Peringkat ketahanan pangan Indonesia 2016 naik signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Data Global Food Security Index (GFSI) menunjukkan Indonesia berada di peringkat 71 dari 113 negara yang diobservasi naik dari peringkat 76 pada tahun 2014 dan 2015.

Data GFSI yang diumumkan 9 Juni 2016 oleh User Interface Engineering dari The Economist Group, Indonesia mendapat nilai 50,6 dari 47,9 pada tahun sebelumnya. Peningkatan terjadi karena tiga aspek utama yakni keterjangkauan, ketersediaan, serta kualitas dan keamanan. Pada poin keterjangkauan Indonesia mendapat nilai 50,3 , naik dari 46,8.

Ketersediaan juga meningkat menjadi 54,1 dibanding sebelumnya yang hanya 51,2. Sedangkan untuk kualitas dan keamanan hanya naik tipis menjadi 42 dari sebelumnya 41,9. Dibanding dua poin lainnya, keterjangkauan mengalami kenaikan paling tinggi karena didorong beberapa program Kementerian Pertanian, salah satunya adalah Toko Tani Indonesia (TTI) yang diluncurkan Agustus tahun lalu.

TTI merupakan program pembentukan 1.000 koperasi yang langsung menampung panen petani untuk memangkas mata rantai perdagangan pangan. Dengan program tersebut petani sebagai produsen pangan diharapkan mendapat marjin keuntungan lebih besar dan konsumen dapat membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. [TN]