Hingga Akhir 2017 Ini, Bandara Kertajati Sudah 80 Persen

Bandara Kertajati capai 80 persen (foto: bijb.co.id)

INFONAWACITA.COM – Akhir tahun 2017 progres pembangunan Bandar udara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka sudah mencapai 80 persen.

Capaian untuk sisi darat itu tercatat per Minggu, 17 Desember 2017.

“Terkait progres untuk sisi darat, sampai dengan 17 Desember ini sudah mencapai 80 persen,” kata Kepala Bidang Humas dan Umum Unit Manajemen Proyek PT BIJB Rizkita Tjahjono Widodo seperti yang diinformasikan dalam bijb.co.id Sabtu, (23/12).

Pembangunan untuk sisi darat dimana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan ini, dibagi ke dalam tiga paket pengerjaan. Paket pertama yang digarap PT Adhi Karya (persero) Tbk. meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase, dan lansekap sudah rampung 100 persen.

“Paket satu untuk lingkup pekerjaan infrastruktur ini sudah mencapai 100 persen,” ujar Dodo.

Selanjutnya untuk paket dua, yang meliputi pembangunan utama yakni terminal penumpang sudah hampir dicapai tiga perempatnya atau sekitar 73,2 persen. Paket dua dengan penyedia jasa dari KSO PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Properti, saat ini masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak.

Atap inilah yang nantinya akan menjadi ikon bandara denganĀ three letter codeĀ ‘KJT’ dari lnternasional Air Transport Association (IATA).

“Paket dua ini kita bicara soal terminal, interior, pekerjaan facade dan atap boarding lounge yang Awal Februari semua rangka atap ini akan menutupi seluruh terminal. Pemasangan atap ini membentang 96 meter dengan menggunakan baja seamles,” jelas Dodo.

Paket Tiga

Adapun untuk paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT Waskita Karya sudah mendekati sempurna yakni 92 persen. PT Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, sub station dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

Bergeser untuk kesiapan runway yang nantinya akan dibentangkan sampai panjang 3,5 ribu meter dan lebar 60 meter oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) saat ini progresnya sudah lebih dari pada 90 persen.

Dengan panjang runway tersebut mempertegas bahwa kehadiran BIJB yang diproyeksikan menjadi bandara haji di 2018 bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Begitu juga dengan fisik pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan yang dioperasikan Airnav sudah hampir rampung. Tower dengan ornamen kujang tinggal dilakukan finishing.

Melihat pembangunan fisik secara keseluruhan yang sudah dicapai per akhir 2017, dia meyakini, seluruh pengerjaan baik dari sisi darat dan udara bisa rampung sesuai target yakni awal 2018.

Sehingga target BIJB beroperasi pada pertengahan 2018 bahkan menjadi embarkasi haji optimis terlaksana.

“Target sesuai dengan apa yang dsampaikan direksi bahwa soft launching bisa dilakukan April dan grand launching yakni Juni 2018,” ujar Dodo. (RA/HG)