Hindari Paham Terorisme, Perempuan Diimbau Selektif dalam Memilih Forum Pengajian

Sebuah aksi damai melawan terorisme di Jakarta, Januari 2016 silam. (Foto: bbc.com)
Sebuah aksi damai melawan terorisme di Jakarta, Januari 2016 silam. (foto: bbc.com)

INFONAWACITA.COM – Perempuan diimbau untuk berhati-hati mengikuti pengajian yang dianggap mencurigakan. Hal ini mengingat maraknya aksi teror yang menyasar perempuan sebagai pelaku peledakan.

Imbauan ini datang dari Wakil Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Tasikmalaya Neni Nur Hayati dalam tulisan kolomnya yang diunggah Detik.com pada Kamis (17/5/2018).

“Baiknya, ketika ada ajakan pengajian dari orang yang tak dikenal apalagi di media sosial untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan,” imbau Neni.

Sebaiknya kata Neni, perempuan mendiskusikan terlebih dahulu kepada keluarga atau teman terdekat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebab, kata Neni, mengikuti pengajian yang tidak dikenal bukanlah suatu hal yang perlu dicoba-coba.

“Ini dilakukan untuk menghindari risiko buruk yang terjadi untuk kaum perempuan,” jelasnya.

Solidaritas Perempuan

Selain itu Neni juga beranggapan sangat penting dihidupkannya kembali aktifitas forum-forum yang berkaitan dengan perempuan di tengah masyarakat. Forum-forum seperti  itu, kata Neni, bisa menjadi wadah berdiskusi kaum perempuan.

Forum ini diharapkan dapat berperan aktif dengan mengadakan berbagai kegiatan yang menyentuh pengajian ibu-ibu di pelosok desa guna melakukan tindakan preventif, dan menjadi garda terdepan terhadap kasus terorisme yang terjadi.

“Solidaritas kaum perempuan merupakan bentuk upaya sadar masyarakat dalam menjaga keamanan di wilayah masing masing,” terangnya.

Seperti diketahui aksi peledakan bom di 3 gereja di Surabaya ternyata melibatkan seorang ibu rumah tangga. Ia membawa serta dua anak perempuannya meledakan diri di depan gerbang gereja. (DS/yi)